News

Pesparani Katolik Kota Siantar: Membangun Persaudaraan di Tengah Pandemi

SIANTAR, FaseBerita.ID -Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Pematangsiantar yang kedua mengangkat tema ‘Datanglah kemari dan ikutlah Aku, membangun persaudaraan sejati di tengah pandemi’. Kondisi pandemi menjadi perhatian serius gereja yang tengah berupa meningkatkan pelayanan iman, melalui pembinaan, ibadah termasuk dalam pelaksanaan Pesparani.

Vikaris St Paulus Rasul Pematangsiantar RP Fridolinus Simanjorang OFMCap dalam sambutannya pada penutupan Pespasrani Katolik Tahun 2021, Minggu (10/10) di Aula Aula Paroki St Yosep Pematangsiantar menyampaikan terimakasih kepada Pemko Siantar yang sudah mendukung acara Pesparani untuk kedua kalinya. Harapannya, Pesparani Katolik tetap dapat dilaksanakan setiap tahun dan jika memungkinkan tahun berikutnya dapat dilaksanakan lebih meriah, jika pandemi telah berakhir.

“Kita berharap pandemi segera berakhir, sehingga tahun depan kita bercita-cita dapat menggelar Pesparani di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar, tentunya atas dukungan Pemko Pematangsiantar,” kata Vikaris Fridolinus.

“Umat Katolik Pematangsiantar patut berbangga karena sudah berhasil melaksanakan Pesparani kedua, dan kali ini dihadiri undangan yang merupakan Wakil Walikota terpilih dr Susanti Dewayani. Ke depan, kami berharap Ibu Wakil Walikota tetap mendukung acara Pesparani Katolik,” katanya.

Secara khusus, Vikaris Fridolinus, menyampaikan harapannya dan harapan umat Katolik Pematangsiantar agar dr Susanti Dewayani segera dilantik dan diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi yang disampaikan saat kampanye bersama Calon Walikota terpilih Almarhum Asner Silalahi.

“Kita berharap upaya pembinaan umat dan masyarakat dapat terlaksana atas sinergi Pemerintah dan Gereja. Kami juga berharap ke depan Siantar lebih baik dan tetap menjadi kota yang menjunjung tinggi kebhinnekaan,” kata Vikaris Fridolinus.

Sementara Calon Wakil Walikota terpilih dr Susanti Dewayani, yang didaulat menyampaikan sambutan, mengapreasiasi kegiatan Pesparani Katolik.

“Dalam sebuah nyanyian, ada masing-masing perbedaan nada suara namun menjadi indah dalam harmonisasi. Kita harus bersatu dalam perbedaan. Kebersamaan menjadi inti utama dalam kegiatan ini, bukan hanya sekedar mencari juara,” katanya.

Sebelumnya Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Pematangsiantar (LP3KP) Ir Daud Simanjuntak, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Siantar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Pesparani yang mensukseskan acara, terutama kepada para panitia.

“Kita berharap Pesparani ini semakin menguatkan iman dan ke depan dapat dilaksanakan lebih meriah di Lapangan H Adam Malik. Siapa pun juara, tetap menjadi kebahagian, pemicu semangat, menjadi insan Katolik terbaik. Yang belum juara agar memicu semangat dan bergerak lebih baik ke depan,” kata Daud.

Dalam kesempatan itu, Daud Simanjuntak menitip pesan kepada Wakil Walikota terpilih dr Susanti Dewayani terkait aspirasi masyarakat di Kota Siantar. Pembangunan GOR, stadion Sangnaualuh dan soal lahan di Tanjung Pinggir yang belum tuntas.

“Kelak kami berharap aspirasi ini dapat dituntaskan saat pemerintahan dipimpin oleh Ibu dr Susanti. Kami berdoa semoga Ibu dan Keluarga sehat dalam melaksanakan tugas pemerintah di Kota Siantar kelak,”kata Politisi Partai Golkar ini.

Sementara Ketua Panitia Pesparani Katolik Simesono Hia menyampaikan, Pesparani tetap dilaksanakan dalam protokol kesehatan yang ketat. Pertandingan digelar secara bertahap dalam dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (8-9/10/2021) di Aula Paroki St Josep dan SMP Cinta Rakyat.

Dalam laporannya, Simesona menyampaikan Pesparani Katolik Tahun 2021 mempertandingkan lomba koor, vokal group, lomba bermazmur, kuis kitab suci, dan bertutur kitab suci. Pesertanya merupakan jemaat dari 10 gereja Katolik yang ada di Kota Pematangsiantar.

“Tujuannya bagian dari pembinaan peningkatan keimanan dan ibadah agama. Menggali, mengembangan seni budaya lokal untuk meningkatkan kecintaan kepada kitab suci,”katanya.

Mewakili Kantor Kemenag Kota Pematangsiantar yang diwakili Penyelenggara Bimas Katolik, Alismer Sinaga, menyampaikan bahwa ke depan, Kemenag akan berpatisipasi langsung dalam kegiatan serupa terutama dalam pendanaan.

Setelah panitia mengumumkan hasil lomba, Rayon St Maria Lordes Marihat dari Paroki St Laurentius keluar sebagai juara umum.(esa/fabe)