News

Peserta UN SMA Diberi Kesempatan Perbaikan Nilai

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Peserta UN SMA sederajat yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada akhir Maret dan awal April lalu dapat melakukan perbaikan nilai.

Hal itu disebut Kepala Cabang Pendidikan (Kacabdis) Kabupaten Humbahas, Provinsi Sumatera Utara Drs Samsul Bachri didampingi Kepala Seksi ketenagaan SMK, Tumbur Silitonga serta Kepala Seksi SMA, Jhon S Purba, di ruang kerjanya, Senin (13/5).

Tumbur menjelaskan, peserta perbaikan nilai tadi bukan hanya untuk lulusan Tahun Pelajaran (TP) 2018, namun bisa juga diikuti oleh siswa yang lulus atau tamat tahun lalu. Untuk informasi dan pendaftarannya dapat diakses melalui laman http://unp.kemdikbud.go.id.

“Jika ada peserta merasa kurang puas atas nilai yang diperolehnya, atau ingin masuk pada satu instansi yang memerlukan batas nilai minimal, atau alasan lain dapat melakukan perbaikan nilai. Hanya saja, ketika nilai perbaikan lebih jeblok dari nilai saat UNBK maka yang digunakan adalah nilai tebaik,” jelasnya.

Dia menguraikan bahwa calon peserta bebas memilih lokasi tempat pelaksanaan UN perbaikan dan mendaftarkan diri secara langsung ke satuan pendidikan tempat pelaksanaan UN yang dipilih.

“Jadi, jika calon peserta berasal dari Humbahas dan saat ini berada di Jakarta atau daerah lain di Indonesia, tidak mesti kembali ke Humbahas. Calon peserta bisa memilih tempat di mana dia akan melakukan perbaikan nilai. Inilah salah satu kemudahannya,” urai Tumbur.

Sementara itu, untuk jadwal UN perbaikan nilai dimaksud, diadakan pada 27 hingga 30 Juli 2019.

“Bukan hanya itu, peserta juga bisa memilih tempat, jadwal dan mata ujian yang akan diperbaiki dengan ketentuan peserta ujian hanya dapat mengikuti paling banyak dua mata pelajaran satu hari pelaksanaan ujian,” tukasnya.

Jhon S Purba menimpali, UN untuk Perbaikan dilaksanakan dengan moda UNBK dan Soal UN perbaikan mengacu pada kisi-kisi UN Tahun Pelajaran 2018/2019.

“Kita sangat mendorong agar siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan perbaikan nilai agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud,” serunya.

Ditanya terkait tingkat kelulusan hasil UNBK yang lalu, Jhon mengatakan bahwa kriteria kelulusan sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah melalui rapat dewan guru. “Meskipun UN bukan penentu kelulusan, namun seluruh rangkaian UN harus di ikuti oleh siswa. Meskipun secara nasional ada indikasi kecurangan untuk 126 peserta UNBK, kecurangan itu tidak ditemukan di wilayah kerja kita,” imbuhnya.

Dia juga mengapresiasi keberhasilan UNBK yang sudah berjalan sukses atas dukungan berbagai pihak.

“Kami sangat berterima kasih atas keberhasilan UNBK, terutama pada PLN ranting Siborongborong, Tarutung dan Dolok Sanggul. Demikian juga pada provider pengadaan pelayanan internet. Tidak luput ucapan terima kasih untuk proktor dan teknisi yang terlibat dalam proses UNBK,” pungkasnya. (sht/osi)

USI