News

Peserta Retreat dari Tebing Tinggi, Tewas Tenggelam di Danau Toba

PARAPAT, FaseBerita.ID – NGP Silitonga (8), asal Tebing Tinggi, tewas tenggelam di Perairan Pantai Sibaganding Parapat Danau Toba, Sabtu (1/5/2021). Korban merupakan anak semata wayang dari Marga Silitonga dan S Br Gultom, warga Bandar Sono Tebing Tinggi.

Korban ditemukan oleh anak pantai (parciling) di sekitar Pantai Sibaganding sekira pukul 15.00 Wib, dan langsung melaporkannya kepada pengunjung di pantai itu.

Mendengar penjelasan dari anak Pantai, seorang pengunjung bermarga Siahaan yang juga anggota POLRI bersama anaknya, langsung secara spontan berlari dan terjun ke danau untuk melihat dan hendak menyelamatkan korban. Tapi naas setelah korban di temukan sudah tidak bernyawa lagi.

“Saat kami mendengar informasi dari anak pantai kami langsung spontan bantu dan melompat ke Danau tapi setelah kami temukan, korban sudah tidak bernyawa lagi dan kemungkinan korban sudah agak lama tenggelam,” ujar Siahaan.

Setelah korban berhasil di evakuasi, maka oleh pengunjung dan beberapa warga setempat melarikan korban ke RSU Parapat.

Korban datang ke Danau Toba bersama ibunya S Br Gultom tanpa di dampingi ayahnya, dan mereka bersama rombongan untuk mengikuti kegiatan retreat Gereja Methodis Tebing Tinggi.

Di sampaikan oleh salah seorang peserta rombongan retreat Gereja Methodis Tebing Tinggi bahwa mereka tidak pernah mengizinkan korban untuk berenang.

“Kami duga, mungkin karena dilihat anak kampung di Sibaganding asyik bermain air maka dia ikut, namun tidak paham lokasi perairan itu,” ujar salah seorang peserta saat di wawancarai awak media.

Di jelaskan lagi bahwa mereka sedang membuat permainan di sekitar restoran dan tidak memperhatikan korban saat turun ke pantai.

“Kami tau setelah anak pantai cerita dan berhasil di angkat oleh pengunjung lain,” ujarnya.
Dari penjelasan yang di sampaikan Dokter jaga RSU Parapat dr Icha Stefany Sigiro mengatakan bahwa pada saat sampai di RSU Parapat korban sudah tidak bernyawa lagi, atau death on arrival.

Rombongan korban diperbolehkan untuk membawa korban ke rumah duka di Tebing setelah pihak RSUD Parapat bersama Polsek Parapat selesai melakukan pendataan.(aos/fabe)

USI