News

Pertanyakan Bantuan Presiden dan Gubernur, Korban Terdampak Bom Bunuh Diri Geruduk DPRD

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Tiba-tiba, Kantor DPRD Sibolga ramai dikunjungi warga yang merupakan korban terdampak ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Jalan Cendrawasih Gang Sekuntum, Kota Sibolga beberapa waktu lalu.

Kedatangan puluhan warga yang didominasi oleh emak-emak tersebut, ingin bertemu dengan anggota DPRD Sibolga. Mereka ingin menyampaikan keluhan mereka terkait bantuan yang pernah di janjikan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu, yang hingga kini belum juga mereka terima.

Aksi warga geruduk kantor dewan tersebut didampingi oleh sejumlah mahasiswa yang dimotori oleh Raju Frimansyah Hutagalung. Karena, tidak satupun anggota dewan yang menerima kehadiran mereka di kantor tersebut, akhirnya emosi warga dan mahasiswa memuncak. Mereka sempat menggelar orasi di depan kantor berlantai dua tersebut.

Baca juga: Terjadi di Sibolga: Bom Meledak dari Rumah Terduga Teroris

Dalam orasinya, Raju mengaku kalau mereka sebelumnya telah menyurati DPRD Sibolga, meminta agar dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga korban dampak bom bunuh diri. “Surat pertama kita layangkan pada tanggal 25 April 2019. Kemudian, kita surati lagi tanggal 30 April 2019, meminta DPRD segera menggelar RDP terkait persoalan yang dihadapi rakyat,” kata Raju, Kamis (2/5).

Ternyata, bukan hanya bantuan yang dijanjikan oleh Gubernur Sumut yang mereka tuntut. Melainkan, juga bantuan yang pernah dinajikan oleh Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung langsung ke lokasi ledakan bom beberapa waktu yang lalu.

“Yang mana rusak parah dan yang mana rusak ringan. Ada masyarakat yang rumahnya rusak parah, tetapi dia tidak mendapat bantuan. Bagaimana pendataan yang terjadi,” ketusnya.

Akhirnya, melalui salah seorang staf kantor wakil rakyat tersebut diketahui, bahwa seluruh anggota DPRD Sibolga saat ini sedang berada di Sumatera Barat. Dalam rangka kunjungan kerja. Jawaban tersebut malah membuat warga dan mahasiswa tambah pitam.

“Kita tidak tahu ngapain dewan itu ke sana. Seharusnya, ada anggota DPRD yang stay di sini, menunggu. Soalnya, yang mengadu ini bukan mahasiswa, tapi masyarkaat yang memilih anggota DPRD,” sebut Raju.

Orasi tidak berlangsung lama. Pihak kepolisian kemudian meminta agar warga membubarkan diri, karena aksi mereka tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak Kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku. Meski kecewa tidak berhasil bertemu dengan anggota DPRD, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (rel)