News

Pertama Dalam Sejarah, Bulang Simalungun Dipakai Ibu Negara

FaseBerita.ID – Hari ulang tahun ke-74 Republik Indonesia menjadi sejarah baru bagi Simalungun.
Ibu Negara, Iriana Jokowi menasionalkan Bulang, penutup kepala khusus wanita dari Suku Simalungun. Iriana memakainya saat mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih memperingati Hari Kemerdekaan di Istana Negara. Presiden RI Jokowi memakai pakaian adat Bali dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memakai pakaian adat Aceh.

Bupati Simalungun, JR Saragih saat diwawancarai terkait pemakaian Bulang oleh ibu negara Iriana, mengatakan, sebagai suku Simalungun dan Bupati Simalungun dirinya sangat mengapresiasi serta menyampaikan terimakasih.

“Memakai pakaian adat kita sebagai bukti Presiden RI Joko Widodo, mencintai budaya. Kita kuat karena budaya yang sudah diwariskan kepada kita. Untuk itu hari ini saya mengingatkan, upacara 17 Agustus ini mengajak masyarakat untuk berpakaian adat Simalungun dan suku masing-masing,” kata JR Saragih di lapangan SMP Negeri I Raya, Kabupaten Simalungun, Sabtu (17/8/2019) sekira Pukul 10.00 WIB.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama sang cucu Jan Ethes Srinarendra

Upacara pengibaran bendera Merah Putih dipimpin Bupati Simalungun, JR Saragih, dihadiri seluruh pejabat Pemkab Simalungun, Wadan I/BB Rindam Kolonel Inf Waston Purba, Kapolres Simalungun AKBP Simalungun, AKBP M Liberty Panjaitan, Dandim 0207 Simalungun, Letkol Inf Frans Panjaitan, Kajari, Kepala Pengadilan dan ribuan masyarakat memakai pakaian budaya suku masing-masing.

Menurut JR Saragih, tujuan Ibu Negara memperkenalkan Bulang Simalungun, untuk mendorong Simalungun semakin maju ke depannya.

“Kami Simalungun sangat mengapresiasi kepada ibu Negara memakai pakaian adat Simalungun, tentu saya sebagai PMS dan seluruh masyarakat Simalungun memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada ibu Negara. Ini salah satu memajukan Kabupaten Simalungun, kedepan semakin baik dan welcome ke kabupaten Simalungun ini,”sebutnya.

JR Saragih menghimbau kepada masyarakat supaya bersama-sama bergandeng tangan untuk membangun Simalungun.

“Imbauan saya kepada masyarakat terkait Dirgahayu ke 74 tahun kemerdekaan Indonesia, mari bersama sama tidak saling menyalahkan tetapi bergandeng tangan membangun Simalungun yang lebih baik lagi kedepannya,”tandasnya.

Sementara, Kapolres Simalungun, AKBP M Liberty Panjaitan usai memimpin upacara menurunkan bendera merah putih, saat diwawancarai mengatakan kepedulian Ibu Negara memakai pakaian adat Simalungun merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Simalungun.

“Kita melihat sendiri tadi bahwa di Istana Presiden juga ada kepeduliannya terhadap Simalungun, yaitu ibu Negara dengan bangganya memakai pakaian adat budaya Simalungun sehingga masyarakat Simalungun lebih tergugah hatinya untuk meningkatkan SDM Unggul di Simalungun,”ucapnya.

Masih AKBP M Liberty Panjaitan menjelaskan, dengan SDM Unggul berarti Indonesia bisa maju, begitu juga Simalungun bisa maju.

“Dengan SDM Unggul berarti Simalungun bisa maju dan perhatian Pemerintah Pusat juga kepada Simalungun, kita lihat sendiri ada 2 pintu tol di Simalungun, dibuat di Panei Tongah dan di Sinaksak,” jelasnya.

Selain itu, perhatian Pemerintah Pusat juga dalam pembangunan kawasan Danau Toba sebesar Rp 2,4 Triliun dikucurkan ke Simalungun untuk pembangunan sampai tahun 2020.

“Rp 400 M dana dari Pusat masuk ke Simalungun dalam tahun ini dan Rp2 Triliun lagi saham tahun 2020 sehingga ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Simalungun dan Simalungun harus cepat berbenah diri dengan SDM-nya,” harapnya.

AKBP M Liberty Panjaitan menambahkan bahwa hanya Simalungunlah yang mendapat 2 pintu tol, sedangkan Kabupaten lain tidak ada dapat.

“Dimana yang kita lihat di Kabupaten-Kabupaten yang lain seperti di Karo tidak ada dapat pintu tol, tapi di Simalungun ini mendapat 2 pintu tol. Yang ada 2 pintu tol biasanya di Bekasi, berarti Simalungun standart dengan Bekasi,”pungkas perwira berpangkat dua melati emas dipundaknya itu. (mag-05)