News

Persoalan Pilpanag Tiga Bolon, Komisi I DPRD Rekomendasikan Pelantikan Ditunda

SIMALUNGUN – FaseBerita.ID, Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara massa pendukung Calon Pangulu Nagori Tiga Bolon nomor urut 4 yang dengan DPRD Simalungun dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Nagori (DPMPN), Komisi I merekomendasikan, khusus Pangulu Nagori Tiga Bolon agar pelantikan ditunda, Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Kamis (1/8/2019) sekira Pukul 12.30 WIB.

Pimpinan rapat, Esron Simbolon didampingi Dadang Pramono dan Usmayanto membuka rapat mempersilahkan perwakilan massa yang dihadiri Calon Pangulu Nagori Tiga Bolon Nomor urut 4, Nova Hutapea didampingi Penasehat hukumnya Miduk Panjaitan menyampaikan keberatannya.

Nova Hutapea memaparkan setelah selesai Pemilihan semua calon disuruh pulang oleh ketua Maujana dan Ketua Panitia supaya menjaga kericuhan dan menjaga kesehatan para calon.

Atas himbauan tersebut, semua Calon berlima pulang ke rumah masing-masing, pada saat penghitungan suara, perolehan suara Calon Pangulu nomor urut 4, ia sendiri sebanyak 521 suara sementara perolehan suara nomor urut 5 sebanyak 520.

“Saat itu juga Ketua Pilpanag mengumumkan pemenangnya adalah nomor 4 dengan perolehan suara 521, namun setelah saksi-saksi pulang ke rumah untuk memberitahukan kemenangan saya, 20 menit kemudian datanglah telepon dari panitia bahwa perolehan suara nomor 4 dan nomor urut 5 draw atau seri,”terangnya.

Mendengar pemberitahuan itu, pihaknya tidak langsung membuat surat keberatan berhubung Panitia yang selalu ditanyai tidak dapat memutuskan siapa pemenangnya.

“Setelah kami tanyai panitia siapa pemenangnya Panitia tidak bisa memutuskan siapa pemenangnya karena draw,”terangnya.

Lanjut Nova Hutapea, pihak panitia pernah mengundangnya supaya rapat hari Jumat ternyata tiba hari Jumat tidak jadi, dipending ke hari Senin.

“Lalu datang pak Lamhot Haloho mengundang saya Calon Pangulu nomor 4 dan nomor 5 bertemu dengan Bupati Simalungun JR Saragih, disana Bupati Simalungun memerintahkan DPMPN supaya dituntaskan masalah dengan membuka kotak suara, karena laporan Maujana dan Ketua Panitia tidak sinkron,”ujarnya, itu dibilang Bupati, ada rekamannya.

Nova Hutapea pihaknya hanya mempertahankan hak suaranya, meskipun suara draw setelah kotak dibuka pihaknya mundur dan legowo.

“Saya tahu juga peraturan perundang-undangan tapi Saya tidak boleh dibodohi saya minta harus di buka kotak suara sudah dua kali saya layangkan surat keberatan ke DPMPN tapi sampai sekarang balasan surat itu tidak ada sampai sama kami, itu saya tidak terima dan orang itu Pak minta uang sama saya Rp 50 Juta ada rekamannya sama saya Pak,”pungkasnya.

Mendengar keterangan itu, anggota Komisi I, Binton Tindaon pihaknya merekomendasikan sementara menunggu hasil akhir yang dilakukan.

“Tentu harus ada memberikan rekomendasi atau usulan kepada Bapak Bupati Simalungun jangan dulu dilantik khusus Nagori Tiga Bolon ada pengecualian sebelum selesai persoalan karena itu akan membawa dampak nanti kepada masyarakat kalau kita buat nanti dengan sewenang-wenang,”ucapnya.

Lanjut Binton Tindaon pihaknya tidak memihak kepada siapa pun tetapi DPRD mau lihat dulu kebenarannya, melihat dulu hasilnya seperti apa yang benar sehingga nanti jernih hasilnya

“Khusus Nagori Tiga Bolon jangan dulu dilantik soal buka kotak nanti hasil rapat, artinya kita usahakan secepat mungkin supaya tidak ada masalah, kita tidak tahu di situ masih ada yang belum jelas,”sebutnya

Kepala DPMPN Simalungun, Sarimuda Purba saat diwawancarai menerangkan bahwa hasil dari Komisi 1 DPRD Simalungun pihaknya akan melaporkan kepada Bupati Simalungun.

“Hasil rapat ini, kita sampaikan kepada pimpinan yaitu Bupati Simalungun karena kan ada panitia Kabupaten nanti akan dilaporkan kepada pimpinan dalam hal ini bapak Bupati Simalungun, rencana pelantikan pengulu tanggal 16 atau tanggal 17 Agustus tapi itupun masih bisa berubah karena aturan mainnya begitu ditetapkan 30 hari paling lama harus sudah dilantik,”terangnya. (Mag05)

USI