News

Persoalan di PD PAUS harus Diselesaikan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Jajaran Direksi Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD-PAUS) yang telah dilantik Walikota Siantar Hefriansyah pada Desember 2018 lalu, diminta untuk segera menyelesaikan masalah-masalah yang timbul saat dijabat direksi yang lama.

Mantan Anggota DPRD Siantar Rudolf Hutabarat meceritakan, pendirian PD PAUS bertujuan untuk melakukan percepatan pembangunan di Kota Pematangsiantar sekaligus juga dalam rangka memberi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kegiatan yang dilaksanakan PD PAUS.

“Saat di masa kami duduk di DPRD, kami sahkan Perda tentang PD PAUS. Dan saat itu, DPRD meminta agar PD PAUS berjalan berdasarkan prinsip secara profesional dan diharapkan mampu memenuhi harapan pembangunan kota. Tapi yang terjadi bukanlah demikian,” terang Rudolf.

Politisi Demokrat ini juga menyayangkan kondisi PD PAUS yang tidak bisa memaksimalkan aset yang telah diserahkan Pemko sebagai modal usaha.

“Penyertaan modal tunai itu sudah ditetapkan sebesar Rp50 miliar kepada PD PAUS dan pembayarannya diberikan secara berjangka sesuai dengan kemampuan daerah. Harusnya penyertaan modal yang sudah dicairkan beberapa tahun yang lalu dapat difungsikan dengan maksimal sehingga bisa mengembangkan perusahaan,” kata Rudolf.

Menurutnya, jajaran Direksi yang masih enam bulan menjabat ini, setidaknya mampu menyelesaikan seluruh masalah di PD PAUS. Serta melakukan program dan berinovasi dalam rangka memperbaiki perusahaan.

“Supaya dapat terbantu, direksi yang baru bisa membentuk tim untuk penyelesaian masalah. Biarlah tim yang bekerja, dan direksi bisa fokus melaksanakan program yang telah disusun,” terang Rudolf.

“Kalau tidak bisa diselesaikan, ngapain jadi direksi. Labih baik dibubarkan saja kalau masalah di perusahaan tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam laporan pertanggungjawaban PD PAUS per tanggal 31 Desember 2018, PD PAUS mengalami kerugian mencapai Rp36 miliar sejak tahun 2014.

Dan, PD PAUS juga mendapat uang penyertaan modal tunai dari Pemko Siantar yang telah dicairkan sebesar Rp13,5 miliar sejak tahun 2014. (pra/des)

USI