News

Peredaran Sabu di Sibolga Diduga Dikendalikan dari Lapas Tukka

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Untuk dapat membongkar jaringan narkoba di jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sarudik Pondok Batu Tapteng, polisi menyusupkan personilnya untuk menyamar sebagai pembeli.

Upaya tersebut ternyata berhasil, polisi berhasil membekuk YMW alias Y (32) saat melakukan transaksi jual beli sabu dengan aparat yang menyamar. Dari tangannya, petugas menemukan 1 paket sabu.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja, melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah dalam keterangan persnya menyebut, penangkapan tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat. Yang kemudian dilakukan penyelidikan dengan mengerahkan seorang personilnya untuk berpura-pura membeli sabu dari YMW.

“Kasat Narkoba AKP E Panjaitan memerintahksn KBO Narkoba Ipda P Sihotang untuk melakukan lidik dan pendalaman atas info tersebut dan selanjutnya dilakukan tindakan undercover buy dengan menyuruh sebagai pembeli sabu-sabu. Upaya-upaya dilakukan, sehingga nomor simcard penjual sabu-sabu (YMW) diperoleh sehingga petugas menghubungi untuk membeli sabu-sabu,” kata Sormin, Senin (27/5).

Setelah berhasil meyakinkan YMW, kemudian disepakati tempat pertemuan untuk bertransaski narkoba. Petugas yang menyamar kemudian berangkat ke jalan Gatot Subroto dan melihat YMW sedang menunggu dipinggir jalan. Setelah memastikan target, petugas kemudian membekuknya.

“Sedang berdiri dipingggir jalan, kemudian diamankan. Dari genggaman tangan kanan disita 1 bungkus kecil sabu-sabu yang terbungkus plastik bening serta alat komunikasi berupa HP,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu saja, petugas melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah YMW yang berada tak jauh dari lokasi penangkapan. Dari penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti lainnya.

“Dari bawah ambal tempat tidur bekas garasi ditemukan 1 bungkus sedang sabu-sabu yang terbungkus plastik es Mambo. Kemudian, uang Rp595.000, 3 buah mancis gas, kotak persegi warna putih berisikan 6 buah pisau lipat, dompet kecil bercorak bunga berisikan 25 lembar potongan plastik bening, 2 buah pipet plastik yang bagian ujungnya runcing, sebuah timbangan digital kecil warna hitam silver, 1 bungkus daun ganja terbungkus plastik warna bening. Dan dari rak televisi di dalam kamar ditemukan sebuah alat hisap/bong menempel pipet plastik dan pipa kaca bekas bakaran sabu,” terangnya.

Dari hasil tes urine, YMW positif mengandung Amphetamine dan Marijuana.

Menurut pria yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka tersebut, barang haram tersebut diperolehnya dari seseorang yang identitas telah dikantongi petugas dari Lapas Tukka.

“Tersangka menghubungi seseorang yang dikenalnya ketika sama-sama penghuni Lapas Humbahas. Bang aku mau ngambil lagi bagaimana. Dijawab, tunggu biar kutelepon ke Lapas. Sekitar 15 menit kemudian, tersangka dihubungi, ntar lagi ada yang menelponmu,ikuti saja arahannya. Sekira pukul 23.30 WIB, ada telepon masuk ke HP nya dan mengatakan, jemputlah. Tersangka kemudian pergi menuju Lapas Tukka kemudian menghubungi orang yang telah menghubunginya. Aku sudah di sini. Dijawab, kau tengok dulu ke atas ini, mau kulempar batu. Kemudian tersangka melihat batu yang dilemparkan. Oke, kunampak bang, kata tersangka untuk memastikan posisi. Kemudian katanya lagi, ini kulempar sabunya. Selanjutnya tersangka melihat benda yang dilempar dari dalam Lapas dan kemudian tersangka mengambilnya dan membawanya ke rumah. Di rumah dia mengemasi sabu sesuai dengan harga jual. Dan kemudian tersangka ditelepon, mengatakan bahwa sabu-sabu tersebut sebanyak 50 gram atau 1,5 ons seharga Rp40 juta. Di mana harga per gram Rp800 ribu. Setelah sabu-sabu terjual, tersangka sudah mentransfer uang sebanyak 4 kali sejumlah Rp20 juta,” pungkasnya.

Tersangka kini ditahan di RTP Polres Sibolga. Diduga melanggar pasal 114 ayat 1, 2, Subsider pasal 112 ayat 1, 2 dan pasal 111 ayat 1 dari Undang-undang RI Nomor 35 tabun 2009 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts/osi)