News

Peredaran Narkoba Masih Marak, Jenis Sabu Lebih Mendominasi di Tapteng

FaseBerita.ID – Peredaran Narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah hingga kini masih marak.

Sejalan dengan itu, Polres Tapanuli Tengah juga semakin gencar dalam pemberantasan peredaran barang haram tersebut.

Terbukti di tahun 2020, pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Tapteng mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019.

Dari catatan kepolisian, jenis narkoba yang peredarannya mendominasi di Tapteng yakni sabu-sabu.

Tercatat, 74 kasus berhasil diungkap di tahun 2019 dengan rincian ganja sebanyak 18 kasus. Sementara, sabu-sabu sebanyak 54 kasus dan ekstasi 2 kasus. Dan jumlah tersangka yang sudah menjalani hukuman sebanyak 102 orang.

Adapun jumlah barang bukti yang disita di tahun 2019, ganja sebanyak 14.041,72 gram. Ditambah 5 batang tanaman ganja. Kemudian, sabu-sabu seberat 400,07 gram dan ekstasi sebanyak 28 butir.

Kemudian, jumlah tersebut meningkat menjadi 97 kasus di tahun 2020 dengan rincian, ganja sebanyak 11 kasus, sabu-sabu 83 kasus dan Ekstasi sebanyak 3 kasus.

Dengan barang bukti yang disita, ganja sebanyak 770,13 gram, sabu-sabu sebanyak 592,59 gram. Kemudian, ekstasi sebanyak 16 butir. Dan jumlah tersangka sebanyak 132 orang.

“Pengungkapan kasus narkoba meningkat, naik sebanyak 34 persen. Menunjukkan keseriusan Polres Tapanuli Tengah dalam memberantas narkoba,” kata Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto dalam keterangannya, Senin (11/1).

Kenaikan jumlah kasus tersebut mengindikasikan peredaran narkoba di tengah masyarakat masih marak terjadi.
Untuk itu, dalam rangka cipta kondisi Kamtibmas yang kondusif, Polres Tapteng melakukan langkah-langkah strategis.

“Salah satunya, menyatakan perang terhadap narkoba di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah,” seru Kapolres. (ts/fabe)