News

Penyemprotan Disinfektan di Palas Disoroti: “Bagus Dibelikan Beras, Lebih Bermanfaat”

FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Palas melakukan penyemprotan disinfektan di jalan-jalan, Sabtu (11/4). Penyemprotan yang melibatkan personil polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, OKP, Ormas ini sampai menggunakan satu unit mobil watercanon dan dua unit Damkar untuk menyiram jalan.

Sebagian besar warga menilai, sebagai daerah yang belum terpapar covid-19, penyemprotan ini dinilai berlebihan. Meski itu sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus di palas, penyemprotan tersebut saat ini bukan kebutuhan yang mendesak bagi warga.

Mengingat dari kondisi pendapatan warga yang terus menurun, dampak dari virus yang meresahkan ini. Seiring pembatasan-pembatasan tertentu, sesuai anjuran pemerintah pusat. “Bukan itu yang dibutuhkan sekarang ini, katanya posko sudah dibuat di perbatasan, nah itu satu untuk membatasi,” tukas Gelleng Hasibuan.

Selain itu, Pemkab Palas juga dinilai tidak jeli melihat apa yang dibutuhkan warga palas saat ini. Dan malah, pencegahan yang dilakukan tim gugus tugas penanganan covid-19 di palas, masih terkesan jauh dari anjuran pemerintah pusat. Padahal beberapa daerah telah mulai menerapkan.

Seperti anjuran pemakaian masker setiap keluar rumah. Sampai sekarang belum ada pemda membagikan masker. Hal ini seiring dengan imbauan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (Covid-19).

Padahal, jauh sebelumnya, dinas kesehatan pemkab palas mengklaim stok masker cukup di palas. Lebih dari itu, penyemprotan jalan ini terkesan menghamburkan anggaran. Baiknya, anggaran itu digunakan membeli kebutuhan pokok warga, terlebih warga yang terdampak perekonomiannya saat ini.

“Bagus dibelikan beras dan kebutuhan lainnya, agar lebih bermanfaat. Jadi anjuran tidak keluar rumah bisa lebih efektif dilaksanakan warga,” sebut Riswan Nasution, warga lainnya.

Sementara Kasatpol PP Ronny Syaiful yang dikonfirmasi membenarkan anggaran penyemprotan ini ditampung di Satpol PP. Hanya saja, pelaksanaan diserahkan ke tim yang melibatkan kepolisian.

“Di kita ditampung, tapi belum cair (pendahuluan),” kata Ronny.

Sedang juru bicara penanganan covid-19 pemkab palas Marza Jennova yang dihubungi terkait rute jalan mana saja yang disemprot tak kunjung menjawab. Hanya saja, terkait pembagian masker, rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Saat ini pemda sedang memesan masker. Tentu pernyataan ini bertolak belakang dengan pernyataan dinas kesehatan yang mengklaim stok masker di palas cukup.

“(stok) oo itu tidak tahu, yang jelas kalau masker sudah dipesan pak bupati. Dalam waktu dekat, itu akan dibagikan,” terang Marza yang juga kadis Kominfo Palas ini.

Paramedis Patungan Beli Alat Pengukur Suhu

Pemkab Palas dinilai belum benar-benar siap mengantisipasi penyebaran virus corona. Alih-alih telah menyiapkan dana sebesar Rp35 miliar, ternyata alat pengukur suhu saja belum ada disiapkan.

Terpaksa, para petugas medis yang hendak turun ke lapangan, patungan terlebih dahulu untuk membeli/memesan satu unit alat pengukur suhu. Hal ini dilakukan atas inisiatif para dokter dan perawat di Puskesmas Paringgonan Ulu Barumun.

“Ya, karena tim kita (puskesmas Paringgonan) kan mau turun mengecek warga, masa nggak ada bawa alat apapun. Nggak mungkinlah ke lapangan nggak bawa alat,” kata dr Faisal, Kepala Puskesmas Paringgonan Ulu Barumun.

Disinggung kesiapan tim gugus tugas mempersiapkan alat tersebut, dr Faisal mengaku belum ada.
“Belum ada (datang), makanya begitu (patungan),” tambah dr Faisal.

Terkait itu, juru bicara penanganan covid-19 pemkab palas Marza Jennova mengatakan salah satu kebutuhan tim itu merupakan kewenangan dinas kesehatan.

“Mereka yang lebih tahu,” tandas Marza. (tan)

USI