News

Penyelidikan Ditutup Karena Rekanan Bersedia Mengembalikan Kerugian Negara 

SIANTAR, FaseBerita.ID– Terkait hasil pemeriksaan tim ahli dan pihak Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, ditemukan kerugian negara lebih kurang sebesar Rp 251 juta terhadap kegiatan pengerjaan pembangunan drainase di dinas PUPR Kota Pematangsiantar.

Kasi Intel BAS Faomasi J Laia kepada wartawan Kamis (4/2) menjelaskan, hal itu dibuktikan dari hasil pemeriksaan tim kejaksaan dan ahli pemulihan keuangan negara.

“Kerugian negara Rp 251 juta bersedia dipulangkan pihak rekanan melalui CV Gapura Alat Persada ke Pemko Pematangsiantar. Sehingga hasil pemeriksaan tim ahli dan kejaksaan mengambil kesimpulan tindak lanjut dari kegiatan tersebut dalam untuk pemulihan keuangan negara,” ujar Kasi Intel BAS Faomasi, SH

Hal itu dilakukan tim kejaksaan dari hasil pemeriksaan dengan tim ahli karena niat baik rekanan bersedia mengembalikan kerugian itu untuk pemulihan keuangan negara dan pertimbangan satu lagi karena Pemko Pematangsiantar belum sepenuhnya melunasi pembayaran pengerjaan proyek drainase itu.

“Langkah ini kita rapatkan bersama tim karena Pemko Pematangsiantar hanya melakukan pembayaran sebesar 60% dan belum dibayarkan 40% dari pagu anggaran sebesar 1,3 miliar. Setelah dihitung sisa belum dibayarkan kepada rekanan berkisar 500 juta lebih,” terangnya.

Saat ditanya apakah dengan pengembalian uang kerugian itu apakah proses penyelidikan akan tetap lanjut atau sebaliknya, BAS menuturkan dengan hasil rapat tim karena mereka (rekanan) berniat baik mengembalikan kerugian itu sehingga diambil kesimpulan kasus ini dengan sendirinya ditutup karena alasan pemulihan kerugian negara kepada Pemko.

“Jadi bukan hanya penindakan yang kita lakukan, tapi apabila kerugian dimaksud bersedia dipulangkan yang bersangkutan sebagaimana temuan kita tentunya menjadi pertimbangan karena pekerjaan proyek tersebut telah selesai dikerjakan,” ungkapnya.(ros/fabe)