News

Penyalur Tabung Gas Elpiji 12 Kg di Siantar Diduga Kurangi Volume

SIANTAR, FaseBerita.ID – Masyarakat kecewa atas tindakan oknum agen elpiji yang diduga menyisipkan elpiji oplosan dalam penjualan sehari-hari ke pelanggan. Oplosan dimaksud, adanya dugaan pengurangan volume gas elpiji dalam tabung yang dijual kepada pelanggan.

Frans Simanjuntak, warga Kota Siantar, Rabu (2/6/2021) mengatakan, atas kekurangan berat gas di setiap tabung, masyarakat mengalami potensi kerugian besar.

Frans mengaku sudah membuktikan dengan cara membeli beberapa tabung elpiji 12 kg dari gudang agen PT. HTJG di Jalan Kartini, tepatnya di dekat Stasiun Kereta Api Pematangsiantar dan beberapa tempat penjualan elpiji lainnya sebagai bahan pemeriksaan dan barang bukti.

Setelah melakukan pembelian, melakukan dokumentasi dan menimbang elpiji yang dibeli. Dapat dilihat ada dua jenis tabung. Satu tabunng,  disebelah kiri plastik wrap diduga disegel menggunakan air mendidih dan bukan hasil produksi dari SPPBE resmi Pertamina. Hasilnya, setelah ditimbang beratnya tidak mencapai 26 kg.

Dijelaskan Frans, elpiji diduga oplosan ini juga sangat membahayakan konsumen karena proses produksinya tidak standar dan ditakutkan dapat menyebabkan ledakan dan kebakaran di rumah konsumen.

Frans menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dan waspada dalam melakukan pembelian elpiji ukuran 12 kg agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesuai aturan penjual gas oplosan dapat dijerat pasal berlapis yaitu pasal 62 ayat 1 UU No.8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 2 ayat 2 jo Pasal 30 UU No. 2 tahun 1981 tentang metrologi legal, pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

Terkait adanya dugaan pengurangan volume berat gas yang disalurkan, PT HTJG belum dapat dikonfirmasi.(ros/fabe)