News

Pentas Seni SD Plus Pride Pematangsiantar

Dimeriahkan Lomba Bernyanyi, Foto Instagram, dan ‘Cup Song’

FaseBerita.ID – Wajah Nathania sumringah saat namanya dipanggil sebagai peraih juara pertama Lomba Bernyanyi Siswa Bersama Orang Tua (Family Singing Competition).

Lomba tersebut menjadi salah satu acara dalam Pentas Seni Sekolah Dasar (SD) Plus Pride Pematangsiantar, di Hotel Sapadia, Sabtu (11/5).

Kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan siswa, orang tua, dan pihak sekolah itu, diisi berbagai pertunjukan oleh para siswa/siswi SD Plus Pride, sesuai talenta masing-masing.

Diawali Free Style Soccer Performance dan karate, acara dibuka setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kepala SD Plus Pride Pematangsiantar Juan Tampubolon dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia berharap acara pentas seni bisa membuat hubungan siswa, orang tua dan pihak sekolah semakin harmonis.

“Dalam melaksanakan proses pendidikan terhadap anak, dibutuhkan kerja sama yang baik oleh masing-masing pihak,” kata Juan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar Drs AH Siregar MPd, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap sejumlah prestasi yang diraih siswa-siswi SD Plus Pride.

“SD Plus Pride baru angkatan keempat, namun sudah menorehkan segudang prestasi. Salah satunya di Olimpiade Sains tingkat nasional, yakni Joshua siswa SD Plus Pride meraih juara dua,” terangnya.

“Saya yakin, ke depan sekolah ini akan berkembang. Jadi kepada orang tua, jangan ragu menyekolahkan anaknya di SD Plus Pride. Namanya saja sudah plus, tentu banyak plusnya,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Panitia Pentas Seni Renta Sinaga mengatakan, Pentas Seni SD Plus Pride Performing Arts’ tahun 2019 yang mengusung thema “The Voices of Pride’s Family” ini diikuti 112 siswa-siswi, ditambah orangtua.

Dikatakan Renta, selain untuk mempererat hubungan yang baik, kegiatan tersebut juga untuk mengeksplore kreativitas, percaya diri, dan pengembangan talenta siswa-siswi.

Dalam acara pentas seni tersebut diperlombakan siswa bernyanyi bersama orangtua (Family Singing Competition). Di sela-sela lomba tersebut, ditampilkan dance(tarian) dari enam group. Yang menarik, ada ‘Cup Song’, yakni siswa bernyanyi dan menggunakan cup sebagai alat musik.

Dari Family Singing Competition, Nathania dan orangtuanya meraih juara pertama. Disusul Flavia sebagai juara dua, dan Vanesha juara ketiga. Sementara juara harapan satu diraih Jonathan, disusul Tifara, Margi, dan Josh.

Ada juga lomba foto di media sosial Instagram, dengan pola penilaian berdasarkan ‘like’ terbanyak. Acara diakhiri dengan Closing Song yang melibatkan seluruh siswa SD Plus Pride.

Segudang Prestasi

Di usianya yang memasuki tahun kelima, SD Plus Pride telah menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan. Beberapa siswanya sudah berlaga di kancah internasional, dan berhasil membawa pulang medali. Meski begitu, sekolah yang beralamat di Jalan Sangnaualuh Komplek Megaland Blok B No 22–23 Pematangsiantar ini terus berinovasi dan berbenah.

Berbagai kegiatan ekstrakurikuler dibuka. Seperti karate, paduan suara, dan penggunaan alat musik yakni keyboard dan gitar. Bagi siswa yang memiliki bakat dan minat terhadap robotic/lego, pihak sekolah menjalin kerja sama dengan Lembaga Creative Kids. Tujuannya, agar siswa dapat berkompetisi untuk masuk ke sekolah menengah favorit dan mampu mengikuti semua materi pelajaran.

Sekolah ini juga menerapkan pembelajaran yang aktif dan terpadu dengan mengedepankan pembangunan karakter dan moral. Dengan adanya keragaman suku, agama, dan ras, menjadikan siswa saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan demi tercapainya tujuan dan visi misi sekolah.

Siswa-siswi SD Plus Pride yang meraih prestasi di tahun pelajaran 2018-2019 antara lain, Yosua Adravito Sitompul. Yodua saat ini duduk di kelas 4. Ia meraih medali perunggu di Olimpiade Matematika International Junior Math Olympiad (IJMO) antar negara–negara se– Asia, yang digelar di Thailand tahun 2018. Lalu, meraih medali perak Olimpiade Matematika di American Math Olympiad (AMO) antar negara–negara se–Asia tahun 2018. Kemudian, meraih medali perak Olimpiade Matematika SASMO (Singapore and Asian Schools Math Olympiad) antar negara–negara se–Asia tahun 2018.

Tak hanya itu, Yosua juga meraih medali perak Olimpiade Matematika SASMO (Singapore and Asian Schools Math Olympiad) antar negara–negara se–Asia tahun 2019. Lalu, peringkat dua Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang studi IPA tahun 2019 antar SD se-Kota Pematangsiantar, dan finalis tingkat Provinsi Sumatera Utara di Medan,27–28 Maret 2019 lalu. Juga finalis Olimpiade Sains Kuark (OSK) tahun 2018 di Jakarta.

Siswa berprestasi lainnya, Charist Timothy Simanjuntak. Siswa kelas 4 ini meraih juara 3, juara 1, dan juara Spelling Bee yang diadakan English First (EF) Medan untuk tingkat Sumatera Utara selama tiga tahun berturut–turut, yaitu 2016, 2017, dan 2018. Kemudian, meraih medali perak Olimpiade Matematika SASMO antar negara–negara se–Asia tahun 2019. Lalu, pemenang Lomba Deklamasi dan Puisi Bahasa Mandarin Kategori Non–Tionghoa di Kota Pematangsiantar tahun 2018.

Ada juga Vhentzieo Louis Lai, yang duduk di kelas 4. Ia meraih medali perunggu dalam Olimpiade Matematika Amerika AMO antar negara–negara se–Asia tahun 2018. Kemudian, meraih medali perunggu Olimpiade Matematika SASMO antar negara–negara se–Asia tahun 2019. Lalu, sebagai Honorable Mention dalam Olimpiade Matematika SIMOC (Singapore International Math Olympiad Challenge) tahun 2018 di Singapura.

Selanjutnya ada Yehezkiel Sitinjak. Siswa kelas 3 ini meraih medali perunggu Olimpiade Matematika SASMO antar negara–negara se–Asia tahun 2018. Lalu, meraih medali perunggu Olimpiade Matematika SASMO antar negara–negara se–Asia tahun 2019. Juga sebagai Honorable Mention dalam Olimpiade Matematika SIMOC tahun 2018 di Singapura. Serta, meraih juara Harapan 2 Level 1 Olimpiade Sains Kuark (OSK) tahun 2018.

Siswa atas nama Luga Quinsha Parulian Simanjuntak juga menorehkan prestasi. Murid kelas 3 ini meraih medali perunggu Olimpiade Matematika SASMO antar negara–negara se–Asia tahun 2018. Kemudian, meraih medali perunggu Olimpiade Matematika SASMO antar negara– negara se–Asia tahun 2019, dan sebagai Honorable Mention dalam Olimpiade Matematika SIMOC tahun 2018 di Singapura.

Kepala SD Plus PridePematangsiantar Juan Tampubolon  menerangkan, di sekolah yang dipimpinnya, anak–anak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, untuk pelajaran math dan sains.

Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan untuk menunjang proses belajar dan mengajar. Mulai ruangan kelas yang bersih dan dilengkapi CCTV, hingga seperangkat in focus dan pengeras suara. Tiap kelas dibimbing dan dididik oleh guru yang memiliki keahlian di bidangnya. (awa)