News

Penikam Tukang Tambal Ban Masih Bebas Berkeliaran

FaseBerita.ID – Pelaku penganiayaan tukang tambal ban yang terjadi awal bulan Januari 2021 lalu diduga masih bebas berkeliaran. Hal tersebut menjadi pertanyaan besar atas kinerja Polres Labuhanbatu yang terkesan lamban.

“Kami meminta Polres Labuhanbatu agar segera memproses pelaku penikaman atau penganiayaan terhadap tukang tempel ban yang bernama Lukman Nurhakim Hasibuan. Pasalnya pelaku sudah dikenali,” kata salah seorang tokoh pemuda Labuhanbatu Olivia Simamora, Selasa (26/1/2021) di Rantauprapat.

Menurutnya, jika hal ini tidak diproses dengan cepat, yang akan kita khawatirkan akan terulang kembali kejadian yang sama. Selain itu, kata dia, jika berlarut pelaku bisa saja melarikan diri.

Baca juga:

Menolak Meminjamkan Alat, Tukang Tempel Ban Ditikam

“Kami sangat menghargai dan percaya dengan kinerja pihak kepolisian dalam menangani setiap perkara di bumi ika bina enpabolo. Untuk itu kami akan menunggu proses selanjutnya dalam kasus ini,” pungkas ketua salahsatu Ormas kepemudaan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria yang berprofesi sebagai tukang tambal ban ditikam atau ditusuk karena tidak mau menuruti kemauan sekelompok orang yang hendak memperbaiki seperti motornya di Simpang Aek Buru, Desa Aek Tayas, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.

Akibat aksi premanisme tersebut, korban Lukman Nurhakim Hasibuan (20) warga Dusun Suka Rakyat ll, Desa Batu Tunggal, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara mengalami luka di bagian leher dan tangan.

Kepada wartawan, Minggu (17/1/2021) siang, kakak korban Sri menceritakan bahwa, kejadian itu terjadi pada 4 Januari 2021 malam.

“Sekelompok pemuda datang pada malam itu hendak memperbaiki seperti motornya. Namun adik saya tidak mau menuruti apa yang mereka bilang. Karena menurut adik saya, mereka hendak meminjam kunci – kunci dengan perkataan kasar dan tidak sopan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Sri, karena tidak mau menuruti kemauan sekelompok pemuda tersebut, terjadi perdebatan mulut, sehingga salah satu dari sekelompok pria itu mengeluarkan sebilah pisau dan menghujamkannya ke adik saya Lukman.

“Tak tinggal diam adik saya pun melakukan perlawanan. Sehingga para pemuda tersebut yang datang menaiki sepeda motor tersebut pergi. Pada saat peristiwa itu terjadi ada yang melihat dan mengenali pria yang menusukkan sebilah pisau tersebut yang merupakan warga Kapung Baru Janji,” tambahnya.

Ditambahkannya, atas kejadian itu adik saya membuat laporan pengaduan ke Polres Labuhanbatu dengan nomor : STPLP /12/YAN 2.5/ 1/ 2021 / SPKT RES – LBH dan surat tanda visum dari rumah sakit setempat.

“Kami sangat berharap, pihak kepolisian Polres Labuhanbatu dapat memproses pelaku dengan hukuman yang setimpal. Karena, aksi premanisme tersebut sudah lama tidak terjadi di Kabupaten Labuhanbatu. Apalagi, nama dan identitas pelaku sudah dikenali. Yang kita khawatirkan, nanti akan banyak kejadian yang serupa kepada korban lainnya,” tandas Sri.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit belum berhasil dikonfirmasi, Minggu (17/1/12) siang, terkait perkembangan kasus tersebut, saat dicoba dihubungi berkali-kali melalui sambungan telepon, Kasat tidak menjawab. Selain itu, konfirmasi juga dilayangkan melalui pesan Whatsapp pribadinya, namun hingga berita ini dikirim belum dibalas. (Bud)