News

Pengumuman! Terawan Tetapkan Rapid Test Termahal Rp150.000

SIANTAR, FaseBerita.ID- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan batas atas tarif untuk pemeriksaan rapid test. Batas atasnya mencapai Rp150.000.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo dalam keterangan persnya, Selasa (7/7/2020).

“Batasan tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp150.000,” jelasnya.
Surat Edaran tersebut bernomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi.

Aturan tersebut dibuat agar bisa menjadi acuan rumah sakit atau laboratorium dalam menetapkan biaya pemeriksaan.

“Agar fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi dapat mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan,” ujarnya.
Dalam surat tersebut juga dijelaskan besaran tarif tersebut ditujukan bagi masyarakat yang melakukan tes secara mandiri.

Lantas bagaimana dengan kondisi di Kota Siantar?

Baru-baru ini, pihak RSU Djasamen Kota Pematangsiantar membuat suatu perencanaan untuk tarif pemeriksaan laboratorium untuk pasien umum, salah satunya pemeriksaan Rapid Test.
Dalam surat bernomor 800/6878/VII/2020 tertanggal 1 Juli 2020 tersebut, ditulis bahwa biaya Rapid Test sebesar Rp335.000.

Atas informasi tersebut media ini kemudian konfirmasi kepada Direktur RSU Djasamen Saragih dr Ronald Saragih.
Dalam penjelasan dr Ronald Saragih mengatakan bahwa pemberitahuan soal keputusan Menteri Kesehatan terkait tarif batas Rapid Test untuk mandiri belum mereka terima.

“Memang informasinya (keputusan Menteri kesehatan) demikian, tapi kan belum ada pemberitahuan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi kepada kami,” ujar Ronald.

Disinggung soal adanya surat yang dikeluarkan oleh pihak RSU Djasamen Saragih soal biaya Rapid Test sebesar Rp335.000, Ronald mengatakan bahwa itu masih perencanaan dan belum diterapkan.

“Itu kemarin kami buat masih perencanaan dan belum dijalankan. Lantas kenapa kami buat harga Rp335.000, karena kami beli nya harga Rapid Test Rp200.000. Ini khusus untuk mandiri ya. Misal kebutuhan persyaratan perjalanan ke luar kota. Tapi kalau untuk pasien covid 18 dan tracking, tidak ada biaya alias gratis,” jelas Ronald.

Dengan adanya keputusan Menteri kesehatan tersebut, maka layanan Pemeriksaan Rapid Test mandiri di RSU Djasamen Saragih menurut Ronald dihentikan untuk sementara waktu.

Alasannya batas harga yang ditetapkan Menteri tidak sama dengan harga di pasaran.

“Kalau Menteri mengatakan batas harga Rapid Test Rp150.000, sementara kalau kami belanja harganya Rp200.000. Sehingga ada perbedaan harga. Jadi, untuk layanan Rapid Test mandiri kita stop sementara waktu. Siapa tau, mungkin kementerian kesehatan memberikan Rapid Test ke Siantar,” ujarnya. (int/pra)