News

Pengumuman Hasil Akhir CPNS 2019: 289 Peserta Lolos di Pemprov Sumut

FaseBerita.ID – Hasil ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di berbagai instansi, mulai diumumkan untuk Pemprov Sumut, sebanyak 289 peserta dinyatakan lulus. Pengumuman dapat dilihat di situs www.sumutprov.go.id, sejak Kamis (27/10) lalu.

Catatan Sumut Pos (Grup Media Ini, red), pada tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), jumlah peserta yang lulus formasi Pemprov Sumut sebanyak 820 orang. Jika di tahap SKB ini total peserta yang lulus hanya 289 orang, artinya ada 531 peserta yang tersisih.

Terhadap 289 peserta yang lulus tersebut, Pemprov Sumut meminta agar segera merampungkan kelengkapan berkas. Peserta wajib datang langsung ke Ruang Dahlia Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumut, Jalan Ngalengko No. 1 Medan, sesuai jadwal yang telah ditentukan. Peserta wajib mengunggah dokumen melalui akun masing-masing peserta pada alamat https://sscn.bkn.go.id.

Mengenai detil dokumen dimaksud, peserta dapat melihat melalui website resmi Pemprov Sumut.

Dalam pengumuman kelengkapan berkas yang ditandatangani Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, ada sejumlah poin pula yang mesti diingat peserta yang telah lulus. Yakni, bagi peserta yang memberikan keterangan yang tidak benar/palsu pada saat pendaftaran, kelengkapan berkas maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berhak membatalkan kelulusan serta memberhentikan status sebagai CPNS/PNS yang bersangkutan.

Kemudian, peserta, keluarga, dan pihak lain dilarang memberikan sesuatu dalam bentuk apapun yang dilarang dalam peraturan perundang-undangan terkait pelaksanaan seleksi CPNS Pemprov Sumut 2019. Apabila terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan digugurkan kelulusannya.

Peserta yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapat persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri, kepada yang bersangkutan diberikan sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan CPNS untuk periode berikutnya.

Jika peserta dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah diterimanya keputusan pengangkatan sebagai CPNS tidak melaporkan dan melaksanakan tugas, maka akan diberhentikan sebagai CPNS.

“Seluruh dokumen persyaratan pelaksanaan seleksi menjadi milik panitia dan tidak dapat dikembalikan. Keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta. Demikian pengumuman ini untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya,” bunyi isi pada bagian akhir dari pengumuman tersebut.

Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, English Nainggolan sebelumnya mengatakan, selambatnya pada 30 Oktober 2020 hasil ujian SKB akan diumumkan masing-masing instansi yang menyelenggarakan rekrutmen CPNS. Menurutnya hasil ujian yang diolah Panselnas dengan mengintegrasikan nilai SKD dan nilai SKB.

“Nilai SKB akan diolah dan diintegrasikan dengan nilai SKD sebagai hasil akhir kelulusan,” tuturnya.

English menyebut, semua proses dan tahapan ini dipastikan bersih, jujur, dan objektif. “Jangan ada peserta yang termakan isu lagi dari para calo atau penipu. Kami pastikan semua proses bersih,” katanya.

11.580 Formasi Masih Kosong

Secara nasional, sebanyak 138.791 dinyatakan lulus untuk mengisi total 150.371 formasi CPNS yang dibuka Pemerintah. Namun Kedeputian Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) menginformasikan, secara nasional terdapat 11.580 formasi kosong.

Dengan rincian 4.729 berada di 32 kementerian dan 33 Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK)/Lembaga Non Struktural (LNS), dan 6.851 berada di 456 instansi daerah.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen menjelaskan jika jabatan yang formasinya tidak terisi alias kosong masih diperlukan, instansi yang bersangkutan diarahkan untuk kembali mengusulkan jabatan tersebut kepada Kementerian PANRB.

Namun pemenuhan usulan tersebut akan tergantung pada kuota formasi yang ditetapkan Kementerian PANRB.

“Angka formasi kosong tersebut didapat pascaoptimalisasi, yakni setelah dilakukan pengisian formasi jabatan kosong oleh peserta dengan kualifikasi pendidikan sama, lulus passing grade dan berperingkat terbaik,” jelas dia, Minggu (1/11).

Adapun berdasarkan data Kedeputian Sinka, secara nasional dari angka 11.580 angka formasi kosong pascaoptimalisasi itu terdapat pada 3.640 formasi Jabatan Fungsional Umum.

Kemudian 2.695 formasi Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan, 2.361 Jabatan Fungsional Tenaga Guru, 2.001 Jabatan Fungsional Tenaga Teknis dan 883 Jabatan Fungsional Tenaga Dosen.

Sebelum dilakukan optimalisai (praoptimalisasi), peserta lulus CPNS 2019 berjumlah 129.825, kemudian pascaoptimalisasi peserta lulus menjadi 138.791 orang.

Karena sudah melalui tahap optimalisasi, maka jumlah formasi kosong tersebut sudah tidak dapat diisi oleh peserta dengan kategori apapun.

Data Kedeputian Sinka juga menyebutkan dari jumlah peserta lulus pascaoptimalisasi sebanyak 60,93 persen (84,562) peserta adalah wanita dan 39,07 persen (54.229) adalah laki-laki.

Selain itu peserta yang lulus dalam seleksi CPNS 2019 sebanyak 60.673 orang berada dalam rentang usia 26-30 tahun, sebanyak 43.626 orang berada pada usia 21-25 tahun, sebanyak 32.054 orang berada pada rentang usia 31-35 tahun, sebanyak 2.081 orang berada pada usia 18-20 tahun, 357 orang berada pada rentang usia 36-40 tahun.

Sementara itu dari angka kelulusan pascaoptimalisi tersebut, paling banyak mengisi formasi jabatan guru yakni 55.039 peserta.

Data Kedeputian Sinka juga menyebutkan 10 universitas asal pelamar yang paling banyak lulus dalam seleksi CPNS 2019 ini yakni Universitas Terbuka, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Sriwijaya (Unsri). (prn/map/smg)

iklan usi