News

Pengerjaan Gedung D RSUD Rantauprapat Tahap Penggalian Pondasi

Plank Proyek Diminta Didirikan di Luar Bangunan

LABUHANBATU, FaseBerita.ID – Pengerjaan proyek pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, masih dalam tahap penggalian pondasi. Ironisnya, tidak ada terlihat dari luar plank proyek pembangunan gedung tersebut.

“Sudah tertutup pakai seng memang lokasi RSUD Rantauprapat itu, mau dibangun katanya, tapi plank proyeknya tak ada kelihatan,” ujar TH warga Rantauprapat kepada awak media ini, Rabu (7/8/2019).

Dikatakannya, biasanya setiap proyek yang menggunakan anggaran negara sesuai SOP (Standar Operasional)  harus memasang plank proyek  di sekitar bangunan, yang bisa dilihat oleh seluruh masyarakat.

“Plang proyeknya harus ada terlihat jelas di depan gedung bangunan sehingga bisa dilihat masyarakat, kapan mulai dibangun, kapan selesai dan berapa nilainya serta sumber dananya dari mana,” sebutnya.

Terpisah, Abner selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangun Gedung D RSUD  saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, proyek itu sedang dalam tahap proses pembangunan penggalian pondasi. “Progresnya sedang berlangsung, dan masih dalam tahap penggalian pondasi,” jelasnya, Selasa (6/8/2019) saat ditemui di Kantor DPRD Labuhanbatu.

Ketika disinggung terkait tidak adanya plang proyek di sekitar bangunan, Abner mengakui, bahwa pihak rekanan memasang plank di dalam lokasi bangunan yang tertutup. “Ada plangnya besar, tapi di dalam dibuat, udah saya bilang agar dipasang di luar,” ujarnya.

Informasi dihimpun awak media ini dari Kabag pengadaan Barang/’Jasa Sekdakab Labuhanbatu Supriono SSos mengatakan, PT Telaga Pasir Kuta (TPK) berhasil memenangkan tender proyek pembangunan Gedung D  4 lantai RSUD Rantauprapat senilai Rp32 ,4 miliar, mengalahkan dua kompetitor.

“Proyek pembangunan Gedung D di RSUD Rantauprapat dana berasal dari DAK TA 2019 sesuai harga HPS Rp32,4 miliar. Sudah dilaksanakan tender dan pememangnya PT Telaga Pasir Kuta dengan penawaran  senilai Rp28.272.583.853,18, dari pagu anggaran sebelumnya Rp32 miliar,” katanya.

Selain penawaran terendah, PT TPK selaku perusahaan pemenang tender juga memenuhi unsur persyaratan dokumen sesuai persyaratan yang ditetapkan UKPBJ (Unit Kerja Pengadan Barang/Jasa) Labuhanbatu, selaku panitia lelang.

Ditambahakannya, selan  PT TPK,  ada dua kompetitor lainnya yang ikut tender yakni PT Mina Fajar Abadi melakuan penawaran Rp30.929.113.241,24 dari harga HPS Rp32,4 miliar, serta PT Razasa Karya Rp32. 119. 192. 743,21.

Salah seorang mewakili perusahaan berinisal IM saat diKonfirmasi wartawan terkait progres pelaksanaan proyek pembangunan Gedung D berlantai 4  RSUD Rantauprapat melalui seluler mengaku, dia masih sedang berada di luar Kota Rantauprapat. “Saya masih di luar kota,” jawabnya dari seberang.

Pantauan di lokasi proyek, bangunan tampak ditutup keliling menggunakan seng yang diduga bekas karena warnanya sudah kusam.

Tampak di dalamnya (dalam proyek) ada bangunan-bangunan sementara terbuat dari kayu beratap seng yang merupakan tempat tinggal pekerja dengan ukuran kecil, dan terlihat beberapa pekerja sedang mengikat besi karena didekatnya ada tumpukan besi yang mungkin akan digunakan untuk pengecoran pondasi bangunan dimaksud.

Sementara, alat berat dan baja  bahan material lainnya bangunan  RSUD itu belum ada terlihat. Sedangkan gedung-gedung lama RSUD Rantauprapat masih terlihat berdiri kokoh. Di lokasi pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat. (bh/ahu)

iklan usi