News

Pengedar 2 Kg Sabu Ditembak di Loket Bus 50 Meter dari Mapolres Batubara

FaseBerita.ID – Polres Batubara menggagalkan peredaran narkotika dengan barang bukti sabu sabu diperkirakan seberat 2 kg dan menangkap dua orang pria dari salah satu loket bus penumpang di Simpang Empat Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara.

Keduanya diberi tembakan tegas terukur di kakinya karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. “Mereka berhasil kita tangkap, tapi terpaksa harus dilumpuhkan terlebih dahulu dengan tembakan di kaki karena berupaya melarikan diri ketika hendak diringkus,” kata Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis pada konfrensi pers di halaman Mapolres Batu Bara di Lima Puluh, Senin (30/3).

Kapolres mengungkapkan, sebelumnya  kedua tersangka berikut barang bukti diamankan Sat Reserse Narkoba pada Rabu (25/3) sekira pukul 22.00 Wib di Simpang Empat Lingkungan V Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara.

Kedua tersangka masing-masing Bambang Irawan alias Bembeng (37) warga Dusun Jaya Agung Desa Jaya Agung Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dan Sulaiman Sitepu (39)  warga Jalan Kutilang Kelurahan Bulian Kecamatan Bajenis Kota Tebing Tinggi.

Aksi kedua tersangka ini termasuk nekat, jika dilihat dari lokasi penangkapan yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Mapolres Batubara. Turut disita barang bukti dua bungkus teh kemasan plastik diperkirakan masing masing seberat 1 kilogram.  Disamping itu, turut disita 2 unit HP, 2 kotak saus cabe yang dijadikan tempat menyimpan bungkusan Sabu dan 1 buah tas sandang warna hitam.

“Dari kedua tersangka disita 2 bungkus narkotika jenis sabu yang dikemas dengan plastik The Cina merk Guanyinwang ,” tambah Kapolres Batubara, didampingi Waka Polres Kompol Abdul Mutholib, Kasat Reserse Narkoba AKP Henry  DBTobing, KBO Narkoba Iptu Yahman dan Kanit di Sat Reserse Narkoba.

Dihadapan polisi, tersangka mengaku narkoba tersebut  berasal dari Aceh yang  diberikan oleh seseorang di Galang Deli Serdang  untuk diantar ke Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Riau, dengan jasa pengantaran penerimaan upah masing masing Rp 10 juta per orang.

Kapolres Batu Bara menambahkan, sindikat antar propinsi kali ini berbeda dari sindikat terdahulu yang diringkus Sat Reserse Narkoba pada Kamis (19/3) lalu  dengan barang bukti 5 kg sabu.

Kedua tersangka yang diduga sudah melakoni bisnis tersebut sebelumnya dikenakan Pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati.

” Kita harapkan kedepan pengungkapan kasus Narkoba skala besar terus digencarkan untuk memberantas peredaran Narkoba”, sebut AKBP Ikhwan. (per/rah)

USI