News

Penganiaya Wartawan Dituntut 10 Bulan Kasipidum: Lukanya Tidak Parah

FaseBerita.ID – Terdakwa Pernando Panjaitan (39), pelaku penganiayaan seorang wartawan, Irfan Nahampun dan ibunya Lisbet Manik, dituntut hanya 10 bulan penjara.

Menurut pimpinan perusahaan, tempat korban bekerja, tuntutan tersebut dinilai kurang tepat atau terlalu ringan. Bahkan, dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, diduga ada jual beli pasal dalam tuntutan yang dibacakan dalam persidangan terhadap pelaku.

Jansen Siahaan, selaku pimpinan perusahaan PT Lintangnews.com mengaku kecewa atas tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Slamet Riyadi terhadap terdakwa Pernando Panjaitan.

Pasalnya, tuntutan yang diberikan kepada terdakwa pelaku penganiayaan wartawan Lintangnews.com dinilai sangat ringan tanpa dasar serta tidak adanya pertimbangan atas tindakan pelaku yang tega menganiaya wartawan dengan ibu kandungnya.

“Apa pertimbangan jaksa untuk meringankan hukuman pelaku penganiyaan wartawan saya. Saya mau tau jelas apa alasan JPU menuntut 10 bulan hukuman pelaku,” tegasnya, Senin (13/4/20).

“Karena sebelum tuntutan dibacakan, wartawan saya ditelpon keluarga pelaku mengajak perdamaian didalam persidangan, trus wartawan saya menolak. Saya menduga ada jual beli pasal dikejari Siantar,” tambahnya.

Jansen mengatakan, bahwa JPU keliru dalam menerapkan pasal 335 ayat ke 1 terhadap pelaku penganiayaan wartawan Lintangnews.com dan ibu kandungnya.

“Seharusnya, JPU dalam tuntutan yang dibacakan terhadap pelaku menerapkan pasal 351,” kata Jansen.

Jansen menambahkan, atas peristiwa yang dialami wartawan Lintangnews.com dengan ibu kandungnya, dirinya menyebutkan bahwa ibu kandung korban sempat dirawat selama 4 hari dirumah sakit Vita Insani.

“Maka atas dasar itu, saya harap Kejari Siantar mempertimbangkan kembali terkait tuntutan yang dijatuhkan terhadap terdakwa,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi JPU Kejari Siantar, Slamet Riyadi, mengatakan bahwa pihak Kejari Siantar tidak ada pertimbangan dalam menuntut terdakwa.

Terkait dugaan jual beli pasal yang dijatuhkan terhadap pelaku penganiayaan wartawan, dirinya juga menyebutkan bahwa tidak ada jual beli pasal.

“Tidak ada pertimbangan kami, itulah tuntutan dari kami,”kata Slamet singkat.

Terpisah, KasiPidum Chadafi Nasution saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, terkait dugaan jual beli pasal dalam tuntutan yang dijatuhkan terhadap pelaku penganiayaan wartawan, menolak panggilan telepon dari wartawan.

Terpisah Kasipidum Chadafi Nasution saat diwawacarai wartawan, Selasa (14/04), sekira pukul 14.15 Wib menyebut tuntutan yang dijatuhkan kepada terdakwa sudah sesuai prosedur dan pertimbangan hukum.

“Dalam penerapan pasalnya, Kita terapkan 335 Dan 351 KUH Pidana,” ujar Chadafi Nasution.

Susuai fakta persidangan terdakwa terbukti melakukan tindakan sesuai yang diterapkan pada pasal diatas.

“Namun, kita kan pertimbangan lukanya seperti apa. Dengan tuntutan 10 bulan itu sudah sesuai,” tegas Chadafi Nasution.

Saat dipertanyakan wartawan, paska kejadian Ibu kandung Irfan Nahampun, Lisbet Manik sempat menjalani Opname di Rumah Sakit selama 4 hari lamanya. Apakah itu tidak termasuk penganiayaan berat sehingga Jaksa memutus hanya 10 bulan terhadap terdakwa.

Chadafi Nasution mengatakan, penganiayaan itu dilihat dari luka yang diderita korban.

“Apakah dia luka berat atau sakit dikit saja. Gini aja lah, kalau mau lebih jelas, temui saja Jaksanya (Selamet Riadi Damanik-red),” ujarnya. (Mag-03)

USI