News

Penerimaan Siswa Baru Tingkat SD dan SMP Juga Pakai Sistem Zonasi

Usia Masuk SD Boleh di Bawah 6 Tahun, Asal ...

SIANTAR, FaseBerita.ID – Penerimaan siswa/i baru tingkat SMP dan SD di Kota Pematangsiantar sudah dibuka mulai tanggal 1 Juli untuk tahun 2019/2020. Sistem penerimaan siswa baru ini juga menggunakan sistem zonasi.

AH Siregar, salah satu Kabid di Dinas pendidikan Pematangsiantar menjelaskan, untuk tingkat SMP dan SD sudah dilakukan jalur zonasi. Khusus untuk SMP, zonasi yang dilakukan berdasarkan jarak rumah dan sekolah.

“Kalau ada sekolah yang belum memenuhi kuota, sekolah itu akan melakukan perpanjangan penerimaan siswa baru sampai memenuhi kuota. Itu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar, tidak ada jalur testing,” ujarnya.

Untuk tingkat Sekolah Dasar juga sudah dilakukan jalur zonasi. Tetapi belum terlalu maksimal, karena kalau dilakukan zonasi, sekolah pasti banyak yang kosong. Dan untuk tingkat SD batas usia minimal 6 tahun dan tidak ada syarat lain, seperti harus pernah ikuti PAUD.

“Kalau ada anak yang mendaftar di bawah 6 tahun harus ada surat pengantar dari psikologi. Dan itu nanti yang akan dilampirkan di dapodik saat penginputan data di anak, karena itu sudah peraturannya,” ujar Siregar.

Saat disinggung soal adanya di satu komplek 4 SD negeri, sehingga rentan terjadi saling tarik menarik siswa baru.
AH Siregar menjelaskan, untuk satu sekolah dibatasi dulu jumlah pendaftar, yakni 20 sampai 28 orang. karena menurut Kurikulum 2013, batas satu ruangan itu hanya 28 orang saja.

Ruangan SMA Negeri 3 Tertimpa Pohon

Sementara itu, pohon tumbang yang menimpa ruangan dan kamar mandi di SMA Negeri 3 kota Pematangsiantar pada tanggal 30 Mei lalu sedang dalam tahap perbaikan. Untuk saat ini masih pembangunan atap ruangan.

Pantauan wartawan, Selasa (2/7/2019) di SMA Negeri 3, para pekerja sedang memperbaiki ruangan.

Zulpan Lubis selaku Kepala Sekolah mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar perbaikan selesai sebelum masuk sekolah. “Kita targetkanlah sebelum masuk sekolah sudah harus selesai agar bisa digunakan. Gimana mau selesai cepat karena untuk renovasi tidak ada bantuan dari pihak terkait. Kita sudah melapor ke Cabdis dan dari program pendidikan itu tidak ada bantuan sama sekali,” ujarnya.

“Untuk sementara anggaran sekolah seperti perbaikan lantai dan lainnya kita alihkan untuk perbaikan gedung agar bisa selesai secepatnya. Agar pada saat masuk sekolah ruangan bisa dipakai dan proses belajar mengajar tidak terganggu,” pungkasnya. (mag04/des)

USI