News

Penerima Bansos Didominasi Keluarga Kades, Warga Mekar Sari Demo

ASAHAN, FaseBerita.ID– Ratusan warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan mendatangi kantor kepala desa menyampaikan protes terkait pembagian bansos dari Kementerian Sosial yang dinilai tidak tepat sasaran, Rabu (13/5).

Pembagian bantuan sosial (Bansos) tersebut dinilai masyarakat tidak tepat sasaran karena para penerima bansos ini didominasi keluarga kepala desa (Kades) Mekar Sari.

“Data warga di Desa Mekar Sari yang telah memperoleh bantuan dana Covid-19 dituding penuh unsur nepotisme. Sebab, dari data yang diperoleh, para penerima bantuan itu merupakan keluarga serta kerabat dekat dari kepala desa. Perlu diketahui, mereka yang menerima bantuan tersebut mempunyai ekonomi mampu,” ungkap warga para pengunjuk rasa.

Menurut para pengunjuk rasa, masih banyak warga lainnya yang lebih pantas untuk menerima bansos tersebut. Perwakilan warga menjelaskan, Kepala Desa Mekar Sari diduga kuat telah menyalahi tugas dan wewenang selaku kepala desa.

“Bukan hanya kali ini saja bang kami melakukan unjuk rasa di kantor desa. Sebelumnya juga kami telah melakukan unjuk rasa terkait penggunaan dana desa yang dianggap tidak transparan,” tegas masyarakat dengan rasa geram.

Dihadapan massa, Sekretaris Desa (Sekdes) Mekar Sari Evan Panjaitan berjanji akan segera menggelar musyawarah desa untuk membahas persoalan terkait pembagian bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Secepatnya kami akan melakukan musyawarah desa. Dalam musyawarah tersebut nantinya, kami dari pihak desa akan mengundang pihak kepolisian, pihak Babinsa, serta perwakilan dari warga untuk membahas persoalan ini,” ungkapnya.

Dijelaskan Evan, Desa Mekar Sari telah mengusulkan sebanyak 250 warga agar mendapat bansos dana covid-19 sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan ke depan.

“Sebanyak 85 orang telah menerima bantuan dari Kemensos. Warga yang tidak mendapatkan bansos dari Kemensos dipastikan akan memperoleh bantuan dari pemerintah propinsi dan pemerintah daerah,” terangnya.

Kemudian, Ketua BPD Desa Mekar Sari Pranoto mengaku kesal dengan tindakan Kepala Desa yang dinilai telah mengutamakan keluarga serta keluarga dekat untuk memperoleh bantuan.

“Sebelumnya, pihak BPD Desa Mekar Sari telah berkoordinasi dengan Kepala Desa agar tidak bekerja dengan sesuka hatinya. Alhasil, ketahuan juga kan bang. Dalam hal ini, biar saja Kepala Desa yang menanggung akibatnya,” tegasnya. (bay/rah)

USI