News

Penerbangan Masih Dibatasi di Bandara Dr Ferdinad Lumban Tobing

FaseBerita.ID – Memasuki fase new normal, Bandar Udara Dr Ferdinand Lumban Tobing yang berada di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, masih tetap beroperasi namun dengan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan sesuai porotokol kesehatan. Namun, jumlah penerbangan dan penumpang masih tetap dibatasi.

Humas Bandara Dr FL Tobing, Jansen Saragi mengatakan hal itu saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (9/6) siang. Disebutkan, untuk saat ini aktifitas di bandara masih seperti biasa. Artinya untuk mencegah penyebaran Covid-19, penerbangan masih terbatas. “Tidak ada penerbangan reguler yang dilakukan setiap hari. Penerbangan hanya dilakukan tertentu saja, sesuai dengan air linenya,” kata Jansen.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya lebih fokus pada penerbangan kargo, meski tetap menerima penerbangan penumpang. “Penumpangnya tetap dibatasi sesuai peraturan pusat. Yang tadinya penumpang 90 orang, sekarang menjadi 48 orang,” ucapnya.

Jansen menambahkan, kalaupun saat ini diberlakukan new normal, pihaknya tetap harus menerapkan ketentuan dan protokol kesehatan yang berlaku sesuai dengan peraturan Gugus Tugas Kesehatan Covid-19 dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

“Penumpang yang ada harus mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai protokol Covid-19 guna menghambat laju penyebaran perkembangan covid-19.”

Disebutkan, misalnya jika ada penumpang yang berangkat ke DKI Jakarta dan berdomisili di DKI Jakarta, harus melihat peraturan gubernurnya terkait pencegah Covid-19. Yakni wajib memilik Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan untuk pengurusan bisa melalui online dan langsung diserahkan ke Gugus Tugas Nasional. Calon penumpang juga harus memiliki surat rapid test dari rumah sakit,” jelasnya.

“Sementara itu kalau untuk penerbangan domestik, penumpang juga harus menyiapkan dokumen dari kelurahan dan harus menceritakan riwayat perjalanannya dan harus juga dilampirkan dengan surat kesehatan dari rumah sakit. Jika persyaratan itu terpenuhi, maka penumpang diperbolehkan berangkat,” terangnya.

Ia mengimbau bagi calon penumpmang yang ingin menggunakan jalur penerbangan Bandara Dr FL Tobing, harus mengindahkan peraturan yang telah berlaku sesuai protokol kesehatan Covid-19. “Jika salah satu persyaratan tidak terpenuhi, kami pihak bandara akan memulangkan calon penumpang tersebut untuk menghindari terjadinya penyebaran virus Covid-19.”

Seperti diketahui sebelumnya, PT Angkasa Pura I (Persero) menyosialisasikan protokol new normal kepada seluruh pemangku kepentingan di bandara sebagai langkah persiapan memasuki masa new normal. Sebelumnya Angkasa Pura I telah merampungkan dan mulai menerapkan protokol new normal di internal perusahaan dan kegiatan operasional di bandara.

Pada masa pandemi Covid-19, khususnya pada masa larangan mudik di mana masyarakat dilarang melakukan perjalanan udara kecuali untuk alasan darurat, Angkasa Pura I telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat pada kegiatan operasional dan pelayanan jasa kebandarudaraan dengan kondisi minimal atau terbatas.

Namun berakhirnya masa larangan mudik berpengaruh terhadap peningkatan trafik penumpang. Setelah Lebaran, periode 25-31 Mei 2020 lalu, Angkasa Pura I melayani hingga 7.931 pergerakan pesawat. Peningkatan trafik ini perlu diantisipasi dengan penerapan Protokol New Normal di bandara untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19.

“Seiring dengan rencana penerapan fase new normal oleh Pemerintah, di mana nantinya akan terdapat pelonggaran pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kami perlu menyosialisasikan protokol new normal yang telah kami rancang untuk diterapkan oleh para pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahm. (tam/int)