News

Pendaftaran PPDB SMAN Diperpanjang, Sekolah Swasta Mengeluh

FaseBerita.ID – Sekolah swasta keberatan dengan kebijakan memperpanjang masa pendaftaran PPDB (penerimaan peserta didik baru) SMA Negeri 2019 di Jatim. Sejumlah SMA swasta justru mengeluhkan adanya injury time itu lantaran potensi mendapatkan siswa semakin kecil.

SMA PGRI 1 Ngawi yang tahun ini membuka tiga rombongan belajar (rombel), misalnya, hingga Jumat (21/6) baru memperoleh satu murid. “Perpanjangan jadwal itu (pendaftaran PPDB SMAN, Red) menutup peluang calon pendaftar yang mestinya datang ke sekolah swasta,” keluh Kepala SMA PGRI 1 Ngawi Nanang Purwanto.

Nanang menyebut, penerapan sistem zonasi juga membuat sekolah-sekolah terancam kekurangan siswa. Sebab, jika sebelumnya bisa mendapat lulusan SMP yang tereliminasi dari perangkingan nilai di PPDB SMA negeri, kini peluang itu menipis. Pasalnya, dengan PPDB zonasi, berapa pun nilainya mutlak diterima asalkan jarak sekolah dan rumahnya dekat.

“Sistem zonasi saja sudah membuat sekolah swasta seperti kami bingung. Ini malah pendaftaran diperpanjang. Tahun lalu tiba-tiba juga ada gelombang kedua pendaftaran,” ungkap Nanang.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun-Ngawi Supardi mengamini adanya perpanjangan masa pendaftaran PPDB. Jika semula dijadwalkan berakhir pada Kamis (20/6) pukul 23.59, diundur menjadi sampai Jumat pukul 23.59 WIB.

“Dengan adanya tambahan waktu itu sebenarnya sama saja, siswa yang tidak diterima juga tidak boleh mendaftar lagi,” ujarnya. Supardi mengatakan, masa pendaftaran PPDB SMAN diperpanjang atas berbagai pertimbangan.

Salah satunya adalah karena pendaftaran sempat diberhentikan sementara, beberapa hari lalu. ‘’Bisa dikatakan (injury time) pengganti waktu yang sempat terhenti itu,’’ tuturnya.

Selain itu, masih banyaka SMA negeri yang belum terpenuhi pagunya sehingga masa pendaftaran diperpanjang. “Bisa jadi dengan pertimbangan ada anak yang belum mendaftar. Kebijakan seperti ini langsung dari provinsi. Kami yang di cabang seperti ini sebatas pelaksana,” katanya. (jpnn)

USI