News

Penculik dan Perampas Hp Berkeliaran di Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Para pelaku kejahatan masih sering beraksi di kawasan Taman bunga Pematangsiantar. Para pelaku melancarkan aksinya dengan berbagai modus. Seperti berpura-pura mengajak ngobrol atau menuduh melakukan penganiayaan.

Seperti yang dialami Andra Salom Sialagan (15) Alamat Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun. Korban merupakan siswa kelas 1 SMK Tridharma, Kota Pematang Siantar.

Peristiwa itu berawal saat korban mengajak temannya pergi ke tempat kost kakaknya di Jalan Catur pada Sabtu (7/9/2019) sekira pukul 16.00 WIB. Sehabis dari tempat kakaknya itu, korban dan temannya berjalan kaki menuju taman bunga, Kecamatan Siantar Barat untuk mencari angkot tujuan pulang ke rumahnya.

Setiba di taman bunga, tiba-tiba datang dua orang laki-laki yang tak dikenal dengan mengendarai sepedamotor menghampiri korban. Waktu itu pelaku menanyakan apakah melihat ada orang bertengkar. Korban lalu menjawab mereka tidak ada melihat. Kedua pelaku selanjutnya dengan alasan mencari orang yang berkelahi tersebut.

Tak lama kemudian, korban yang saat itu berjalan kaki bersama temannya kembali didatangi pelaku dan kedua pelaku mengajak korban untuk ikut.

Awalnya korban menolak, tapi karena dipaksa korban akhirnya ikut dan temannya tinggal di Taman Bunga.

Setelah ditunggu berjam-jam, korban tidak kunjung datang dan temannya terpaksa pergi ke tempat kos kakak korban dan menceritakan kejadiannya.

Mendengar cerita tersebut, Indah Lin Siallagan selaku kakak korban langsung pergi ke Polres Pematangsiantar dengan rencana membuat laporan adanya penculikan anak. Tapi saat Indah menghubungi orangtuanya di kampung, diberitahu bahwa korban sudah sampai di rumah dan tidak usah lagi melapor ke polisi.

Kepada media ini, korban menceritakan bahwa ia dibawa pelaku ke daerah pinggir Kota Siantar dan ia tidak mengingat di mana lokasi tersebut.

Di sana, HP korban dirampas oleh pelaku dan pelaku langsung melarikan diri.

“Kemudian aku berjalan kaki menuju halte angkot Sinar Murni di Pajak Horas. Saya langsung pulang ke rumah. Aku sudah tidak punya uang lagi. Tapi aku bercerita kepada supir angkot kalau aku barusan dirampok dan tak memiliki uang sama sekali. Jadinya saya diantar supir sampai ke rumah,” ujar korban.

Pihak korban belum membuat laporan secara resmi atas perampasan HP tersebut karena masih berembuk dulu bersama keluarga. (mag03)