News

Penambangan Pasir di Jalan Lingkar Selatan Meresahkan Warga

FaseBerita.ID – Warga Jalan Anwar Idris (Sei Dua ujung) Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Timur dan sekitarnya resah atas maraknya tambang pasir galian C di daerah mereka.

Aktifitas penambangan pasir galian c tersebut diduga tidak kantongi izin usaha pertambangan (IUP) beroperasi di jalan Lingkar Selatan sebelah kiri bantaran sungai Asahan Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Utara) diduga mengancam eksistensi warga dan juga kondisi ekosistem lingkungan hidup di sekitar.

Hal tersebut bertentangan dengan ketentuan pidana pelanggaran ketentuan dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 yang berbunyi ‘Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000.

Amatan wartawan di lokasi muatan pasir yang dibawa truk dengan tonase berukuran tinggi, selain merusak badan jalan juga menimbulkan debu tebal berpasir layaknya kabut asap hal ini dapat mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA) maupun bagi pengguna jalan kenderaan roda dua yang sedang melintas debu masuk kemata bisa saja terjadi kecelakaan.

Jali (28) warga sekitar mengatakan, aktifitas penambang pasir galian c tersebut beroperasi cukup lama, pihaknya berharap kepada pemerintah agar secepatnya diatasi.

“Harusnya bisa secepatnya diatasi bang. Resah berhari-hari menghirup udara tidak segar kami warga di sini. Sangat bahaya apalagi kenak mata saat berkendara,” ungkapnya.

Jali berharap kepada pemerintah setempat maupun pak walikota agar segera memberikan tindakan tegas yang serius.

“Pikirkan kami warga di sini kuatir sebabkan penyakit nantinya,” harapnya.

Sementara Plt Lurah Bunga Tanjung Ibrahim SH kepada wartawan mengatakan, penguasaha penambang pasir galian c di jalan lingkar selatan itu tidak memiliki izin usaha penambangan (IUP).

“Masih dalam proses pengurusan kita tunggu saja, dan kita juga sudah memberikan beberapa teguran agar secepatnya mengurus izinnya. Dan kami dari pemerintah kota melalui Kelurahan Bunga Tanjung juga memberikan himbauan kepada pengusaha tersebut agar selalu menyiram jalan itu setiap harinya untuk mengatasi debu pasir yang berjatuhan,” ungkap Ibrahim.

“Kita juga himbau kepada warga kelurahan Bunga Tanjung apabila ingin buka usaha dagangan atau usaha apapun itu jenisnya agar segeralah mengurus izin usahanya,” katanya. (CK2/fabe)

iklan usi