News

Pemko Beri Keringanan Pembayaran Rekening Air

FaseBerita.ID – Dalam upaya meringankan dampak ekonomi di masyarakat golongan ekonomi lemah, akibat pandemic Covid-19 Pemko Pematangsiantar mengalokasikan anggaran APBD Kota Pematangsiantar sebesar Rp310.898,940 untuk membantu pelanggan PDAM Tirtauli.

Pihak Managemen PDAM Tirtauli melalui Humas Rosliana Sitanggang mengatakan  bahwa kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Pematangsiantar Nomor 900/225/VI/WK-Thn 2020 Tertanggal 4 Juni 2020 tentang penggunaan Belanja Tidak Terduga Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Bencana Wabah Penyakit Akibat Corona Virus Disease 2019 di Kota Pematangsiantar.

Rosliana Sitanggang menambahkan bahwa Walikota Pematangsiantar Hefriansyah selaku Ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Pematangsiantar mengambil kebijakan untuk membantu warga Kota Siantar yang terdampak Covid-19 dengan cara meringankan pembayaran retribusi air minum.

Disebut Rosliana juga bahwa Walikota menambahkan dalam pemberian keringanan ini lebih mengedepankan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab disadari, semua masyarakat merasakan dampak pandemi Covid-19, tetapi yang lebih berdampak adalah masyarakat yang berpenghasilan renda, sehingga layak dibantu.

Bantuan keringanan pembayaran air bulan Juni dilakukan untuk pemakaian air bulan Mei 2020 dengan nilai rekening air sampai dengan Rp100 ribu.

Adapun bantuan yang diberikan untuk kelompok Tarif RT1 sebanyak 94 pelanggan sebesar Rp2.127.040 dan RT2 sebanyak 10.665 pelanggan sebesar Rp294.496.410. Kemudian rumah ibadah sebanyak 473 pelanggan sebear Rp11.135.180, tempat umum (MCK) atau SU1 ada 42 pelanggan sebesar Rp1.860.920 dan yayasan sosial SU2 ada 43 pelanggan sebesar Rp1.279.390.

“Bantuan keringanan pembayaran air minum hanya untuk pembayaran air minum saja di luar retribusi sampah yang biasanya melekat pada rekening air minum. Dan bagi kelompok tarif sosial maupun RT1 dan RT2 dengan rekening air di atas Rp100 ribu tidak termasuk dalam bantuan ini,” tutup Rosliana Sitanggang. (pra)