News

Pemkab Tutup Mata, Jalan Parlilitan Dibiarkan Rusak

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Masyarakat Parlilitan kesal lantaran Pemkab Humbahas dituding tutup mata atas kerusakan jalan yang diduga diakibatkan truk over tonase pengangkut material PT Citra Multi Energi (CME) yang membrangus jalan utama Dolok Sanggul-Parlilitan.

Bahkan, tanpa hambatan truk-truk tadi berjalan mulus meskipun menyisahkan kekesalan yang memuncak bagi masyarakat di sana.

“Kesan yang kami tangkap, Pemkab tidak mau buang keringat untuk menertibkan keberadaan truk pengangkut material PT CME. Mungkin oknum di Pemkab lebih memikirkan kemenangan priode kedua junjungannya, daripada menertibkan truk overtonase,” kata M Nahampun, warga Parlilitan, Rabu (26/6), mengungkapkan kekesalannya.

Meski sudah diingatkan melalui media, truk pengangkut material PT CME masih terus melenggang bebas sehingga menimbulkan preseden buruk terhadap Pemkab terkait bebasnya truk keluar masuk dan meyisahkan kerusakan jalan.

“Sopir sudah kita ingatkan agar tidak lagi semena-mena melintas dengan tonase berlebih. Namun jawaban sisupir, Dianya hanya orang suruhan untuk mengantar kebutuhan material PT CME seberat 20 ton. Jangan pancing emosi masyarakat atas kerusakan jalan ini,” geramnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR), Jhonson Pasaribu, mengatakan pihaknya merasa keberatan atas sikap yang ditunjukkan oleh pengembang. Hanya saja, OPD-nya tidak memiliki kewenangan secara teknis guna melakukan pengawasan hilir mudik kendaraan pengangkut material PT CME.

“Untuk teknis pengawasan, itu merupakan kewenangan Dinas Perhubungan. Namun, pada prinsipnya kita keberataan atas kerusakan jalan tadi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Citra Multi Energi (CME) disebut penyebab terbesar rusaknya jalan Parlilitan-Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pasalnya, jalan kabupaten yang sebelumnya memang sudah kupak-kapik karena bertahun-tahun tak lagi mendapat perhatian dari pemerintah setempat, kini diperparah oleh bebasnya kendaraan over dimensi dan overload (Melebihi ukuran dan muatan, red) pengangkut matrial proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Sion milik PT CME yang sedang berlangsung di Peabalane, Desa Sion Selatan, Kecamatan Parlilitan.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Humbang Hasundutan, Jaulim Simanullang saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui keberadaan proyek dimaksud. Namun hal itu sudah jelas-jelas melanggar aturan.

“Karena jalan Parlilitan Dolok Sanggul adalah kelas tiga C. Dimana, muatan sumbu terberat (MST) maksimum 8 ton. Beban berikut kendaraan maksimum 16 ton. Jadi, pengangkutan matrialnya harus menggunakan colt diesel,” ujarnya melalui sambungan seluler.

Jaulim juga berjanji akan mengadakan pengawasan terhadap aktifitas kendaraan PT CME.

”Kita harus mengawasinya. Izin lingkungan memang dari perizinan, tapi ada persyaratan-persyaratan dan tata cara pengangkutan di dalam izin yang diberikan oleh Dinas Perizinan. Terimakasih atas informasinya, akan kita turunkan staf untuk memantau,” kata Jaulim yang mengaku terburu-buru untuk mengikuti rapat. (sht)