News

Pemkab Tapsel Sosialisasi Tatanan Hidup Baru

FaseBerita.ID – Menyongsong tatanan hidup baru “New Normal Life”, Pemerintah Kabupaten Tapsel, sosialisasikan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 sekaligus halal bi halal Idul Fitri 1441 H dengan memakai masker dan menjaga jarak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak jabat tangan secara langsung.

Acara dilaksanakan dengan 3 sesi, sesi pertama pada pukul 08.30 wib dengan menghadirkan semua Tenaga Harian Lepas (THL) dan Buruh Harian Lepas (BHL) dan di sesi kedua pada pukul 10.00 wib dengan menghadirkan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lapangan Parade Perkantoran Pemkab Tapsel. Sedangkan di sesi ketiga pada pukul 11.00 wib dengan menghadirkan semua PNS eselon II, III, IV, Camat, Sekcam, Lurah dan PPL Pertanian untuk mengikuti sosialisasi Tatanan Hidup Baru dilanjutkan acara halal bi halal di Aula Gedung Serba Guna Sarasi, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Rabu (17/6).

Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu mengatakan, ada dua hal pokok kegiatan itu. Pertama adalah bagaimana pandemi covid-19, yang sudah mendunia dan sampai saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun para ahli kesehatan dunia belum menemukan obat yang definitif.

“Maka kita harus mengantisipasinya agar tidak Terdampak oleh virus ini,” sebutnya.

Disampaikan, pada minggu-minggu kemarin Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan, sudah ada obatnya akan tetapi, masih perlu proses pengujian, setidaknya kalau memang itu betul, tentunya menjadi kesyukuran bersama.

Diutarakan, sesungguhnya Covid-19 ini telah mewabah di 230 negara, sampai saat ini belum mereda dan masih menjadi ancaman serius. Sehingga dengan mewabahnya Covid-19 ini telah banyak mengganggu kehidupan diberbagai sektor.

“Dan negara kita pun ikut merasakan imbas dari pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu pimpinan kita baik ditingkat nasional maupun ditingkat provinsi tidak pernah bosan mengajak kepada semua masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan agar tidak terjadi penyebaran yang semakin melebar yang nantinya bisa mengganggu aktifitas baik itu aktifitas keagamaan, sosial kemasyarakatan maupun dunia birokrasi atau pemerintahan,” paparnya.

Dimana sambungnya, perjalanan masuknya wabah covid-19 ini ke Indonesia telah dinyatakan resmi oleh Bapak Presiden RI pada tanggal 2 Maret 2020 lalu. Maka, dampak dari covid-19 ini tidak hanya dari aspek kesehatan akan tetapi sudah memasuki sektor kehidupan lainnya. Sehingga berbagai cara pun telah dilakukan oleh pemerintah dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan ini telah dilakukan oleh berbagai daerah. Akan tetapi dampak dari PSBB mèngakibatkan ekonomi semakin menurun dan program pembangunan yang telah dirancangpun, dipastikan tidak bisa lagi dikerjakan dengan baik.

“Bahkan penghasilan daerah kitapun ikut menurun,” ujarnys.

Berangkat dari itu, dengan belajar dari berbagai negara yang lebih awal terkena dampak covid-19, mulai melonggarkan pembatasan terhadap warganya untuk mengambil langkah-langkah agar kehidupan tidak semakin berimbas kepada kehidupan ekonomi dan kehidupan sosial lainnya.

Dengan hal tersebut lahirlah sebuah pemikiran untuk menerapkan New Normal Life atau tatanan hidup baru dan bisa juga disebut kehidupan gaya baru ataupun kebiasaan yang baru untuk mencegah perekonomian yang semakin menurun namun aman dari Covid-19.

“Tentu dengan adanya tatanan hidup baru, kedepan kita akan terbiasa untuk menerapkan protokol kesehatan. Kita akan terbiasa menggunakan masker malah akan tidak nyaman apabila tidak memakai masker, selalu cuci tangan dan menjaga jarak dalam setiap aktivitas, ini merupakan harapan pemerintah dalam menerapakan tatanan hidup baru” tegasnya.

Dan, sebagai pejabat struktural di Pemkab Tapsel, sudah sepantasnya memiliki empati terhadap dampak covid-19 ini, serta menjadi penyuluh tatanan hidup baru di tengah – tengah masyarakat.

Disampaikan, dari disisi agama, wabah ini menjadi renungan atau salah satu teguran dari Allah, agar untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Seperti yang sudah dirasakan dalam pandemi ini tidak hanya merusak kesehatan tetapi juga dari segi perekonomian, sosial dan juga keagamaan.

“Sejak hari ini kita harus mulai terbiasa dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, karena kebiasaan tatanan hidup baru diharapkan dapat membangun semangat kembali dalam menjalani aktifitas sehari-hari,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Tapsel mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin serta mengajak seluruh elemen agar terus menjaga soliditas dan solidaritas demi mempererat hubungan silaturahim diantara seluruh ASN di jajaran Pemkab Tapsel.

Acara juga di isi dengan tausiyah oleh, Ustadz Zulpan Efendi Hasibuan. Dan, pada kegiatan itu hadir Wabup Tapsel H. Aswin Efendi Siregar, Sekda Tapsel Parulian Nasution, Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, eselon III dan IV. (ran)

USI