News

Pemkab Simalungun Siapkan 8.000 Alat Rapid Test

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Simalungun menyiapkan 8000 rapid test, namun Kadis Kesehatan dr Lidya Saragih mengaku sampai saat ini tidak tahu berapa jumlah warga Simalungun yang sudah dirapid test.

Hal itu terungkap saat awak media ini mengkonfirmasi Kadis Kesehatan Simalungun, dr Lidya Saragih via selulernya, Selasa, (5/5/2020) sekira pukul 17.30 WIB.

“Waduh jumlahnya ngak bisa kuhitung-hitung bang, ke Gugus Tugus aja tanya, rekapannya semua ada disana, ngak hapal-hapal semua,”ujarnya.

Saat ditanyai lebih lanjut, dr Lidya Saragih menerangkan sejauh ini belum semua Kecamatan dilakukan pemeriksaan rapid test, hanya saja dimana ada ditemukan pasien positif rapid test kemudian dilakukan penelusuran (tracking).

“Pengadaan Rapid test kami 8000, cuman ngak tau pastinya, masih ada sisa stok, sejauh ini belum semua Kecamatan dirapid test. Kalau ada kami lihat ada 1 pasien yang positif rapid test kami telusuri (tracking) disekitarnya dan siapa lagi yang kontak sama mereka,”jelasnya.

Pendatang di Nagori Wajib Didata

Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Simalungun Akmal Siregar saat dikonfirmasi melalui selulernya juga belum bisa menjawab.

“Oh kalau sudah berapa orang, ngak bisa segera aku jawab karena detail dan samaku belum ada sampai datanya, mungkin datanya di Pusdal Ops,”sebutnya

Namun secara umum, Akmal Siregar menjabarkan wilayah yang sudah dilakukan rapid test ada 20 wilayah diantaranya Nagori Balimbingan, Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa.

“Sudah 20 wilayah dilakukan pemeriksaan rapid test, termasuklah desa-desa yang sudah dilakukan isolasi mandiri, seperti Nagori Balimbingan, Marubun Jaya, Bangun Panei dua kali rapid test dan lainnya,”jabarnya.

“Rapid test dilakukan karena diwilayah itu ditemukan PDP dan disitu ditemukan hasil swab, maka dilakukan penelusuran (tracking) disekitarnya juga terhadap Petugas bencana yang turun kelapangan,”sambungnya.

Terkait larangan pemudik masuk ke wilayah Simalungun, Akmal Siregar menyampaikan bahwa Pemkab Simalungun belum mengeluarkan surat.

“Belum ada dikeluarkan suratnya, karena dimasing-masing Nagori kan sudah dilakukan pendataan terhadap pendatang dan setiap pintu masuk pun dipantau,”katanya.

Akmal Siregar menyampaikan alasan mengapa yang melintas belum dibuat larangan, sebab pintu masuk dari berbagai Kabupaten seperti Samosir, Tobasa, Asahan, Batubara, Tanah Karo dan Dairi.

“Karena Simalungun ini pintu masuk Samosir, Tobasa, Asahan, Batu bara, Tanah Karo Dairi, banyak pintu masuk kita. Jadi kalau sempat kita larang ini,”paparnya.

“Itulah artinya Dinas Perhubungan memantau di pintu-pintu masuk, setiap bus, setiap kendaraan pribadi yang platnya di luar kawasan Siantar-Simalungun diukur suhu tubuhnya, namun melarang katanya belum ada kita terapkan,”pungkasnya.(mag-05/fi)

USI