News

Pemkab Simalungun Bakal Berkoloborasi Dengan Pemprovsu dan PTPN IV

Tangani Jalan Putus di Marubun Jaya

TANAHJAWA, FaseBerita.ID – Putusnya Jalan penguhubung Kecatamatan Tanah Jawa-Pematangsiantar, persisnya di wilayah Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa mengakibatkan tidak lancarnya arus lalulintas melalui jalan tersebut.

Untuk mengetahui penyebab putusnya jalan penghubung tersebut, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH bersama Asisten Ekbang Ir Ramadhani Purba, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Debora DPI Hutasoit, MSi, Kadis PUPR Benny SH Saragih ST, MSi serta sejumlah pimpinan OPD dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun meninjau penyebab putusnya jalan penghubung Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun – Pematangsiantar, Jumat (4/6/2021).

Sampai di tujuan, Bupati Simalungun bersama rombongan mendapati jebolnya tanggul penahan air yang berada di kawasan HGU Perkebunan PTPN IV, sembari melakukan diskusi kecil tentang tekhnik perencanan yang akan digunakan dalam mengatasi tanggul air yang jebol termasuk untuk penanganan jalan yang putus, meskipun saat ini sudah dipasang jembatan sementara, namun kondisi sudah butuh perbaikan. “Ini harus cepat kita tanggulangi,”kata Bupati

Sebagai upaya, Bupati Simalungun langsung berkordinasi dengan pihak Provinsi Sumatera Utara melalui selulernya. Bupati meminta kepada pihak Provinsi agar segera meninjau dan duduk bersama dengan Pemkab Simalungun dalam melakukan upaya penanggulangan jalan putus tersebut. Bupati juga menyampaikan bahwa untuk penanganan yang dihulu diserahkan kepada pihak PTPN IV.

Usai melakukan peninjauan, Bupati bersama rombongan melakukan rapat koordinasi di Kantor Camat Tanah Jawa. Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh anggota DPRD asal pemilihan dari Kecamatan Tanah Jawa, pihak PTPN IV, Camat Tanah Jawa, Muspika Tanah Jawa dan para pangulu/lurah se-Kecamatan Tanah Jawa.

Dalam rapat tersebut antara lain membahas tentang bagaimana penanganan jalan penghubung Tanah Jawa-Pematangsiantar segera dilakukan termasuk dengan besaran biaya yang dibutuhkan, dan tentang pelaksanaan tugas-tugas di nagori dan kelurahan serta program gerakan haroan bolon membangun Simalungun.(hum/rel/fabe)