News

Pemkab Paluta Mulai Sosialisasikan Sistem Aplikasi Pengaduan dan Aspirasi

FaseBerita.ID – Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan terkait pelayanan publik oleh pemerintahan, Inspektorat Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melakukan sosialisasi sekaligus launching sistem aplikasi pengaduan dan aspirasi (SAPAi) Inspektorat.

Dalam kegiatan sosialisasi dan launching yang digelar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Hulu Sihapas, Padang Bolak dan Padang Bolak Julu ini, Inspektorat Paluta menggandeng pihak Kejaksaan Negeri dan mengundang peserta dari kalangan pemerintahan desa dalam hal ini kepala desa, aparat desa, tokoh masyarakat, LSM, pers serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Inspektur Pembantu (Irban) III pada Inspektorat Paluta Lairar Rusdi Nasution yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mengingat keterbatasan personil atau Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Inspektorat Paluta, aplikasi ini dinilai menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Katanya, keterbatasan SDM ini dapat dilihat yang berbanding terbalik dengan jumlah obyek pemeriksaan (obrik) berjumlah 692 obrik yang terdiri dari 386 desa, 247 sekolah, 42 OPD, 17 Puskesmas di wilayah Kabupaten Paluta.

“Banyaknya obrik yang tidak seimbang dengan SDM kita, menyebabkan kurangnya kualitas pengawasan yang dilakukan oleh inspektorat. Namun sekarang dengan memanfaatkan aplikasi SAPAi inspektorat, baik OPD dan masyarakat maupun LSM dalam memberikan laporan/pengaduan maupun konsultasi dengan inspektorat dan juga bisa memantau sejauh mana proses penanganan aduan bahkan dapat mengatur jadwal pertemuan dengan pemeriksa bagi yang ingin bertatap muka langsung dengan pihak inspektorat,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan bimbingan teknis terkait aplikasi tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam pengelolaan pelayanan publik.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan obyek pemeriksaan inspektorat di wilayah Paluta.

“Melalui aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan pelayanan publik serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi dan bila perlu melaporkan jalannya pemerintahan terutama yang menyangkut pelayanan publik kepada kami untuk segera ditangani,” jelasnya.

Lairar juga mengatakan bahwa launching aplikasi yang dilaksanakan dan dipusatkan di tiga kecamatan ini yakni Kecamatan Hulu Sihapas, Padang Bolak dan Padang Bolak Julu diharapkan dapat menjadi percontohan atau pilot project untuk pengembangan program SAPAi Inspektorat ini ke depannya.

Dalam jangka ke depannya, pihaknya akan terus mengembangkan program SAPAi Inspektorat ini diseluruh wilayah kabupaten Paluta khususnya sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Dengan aplikasi ini Pemerintah mendapatkan feedback dan masukan dari masyarakat atas layanan yang diberikan,” katanya.

Lairar juga menyebutkan, satu hal yang tak kalah pentingnya adalah komitmen para penyelenggara pemerintahan itu sendiri dalam memberikan pelayanan dengan tujuan mewujudkan layanan yang bersih, transparan sehingga visi misi Pemkab Paluta yakni mewujudkan masyarakat Paluta yang beriman, cerdas, maju dan beradat.

Terpisah, salah satu masyarakat Paluta Aman Harahap menyebutkan bahwa program SAPAi Inspektorat ini dinilai merupakan langkah yang cukup positif dalam meningkatkan kualitas pengawasan jalannya roda pemerintahan khususnya di Paluta.

Dikatakannya, dengan adanya program SAPAi Inspektorat ini, masyarakat Paluta dapat mengetahui, bertanya dan bahkan menyampaikan keluhannya atas kebijakan dan kinerja pemerintahan terutama yang menyangkut pelayanan publik sehingga dapat ditindak lanjuti untuk lebih baik kedepannya.

“Satu langkah yang sangat positif agar nantinya sistem pemerintahan terutama pelayanan publik dapat berjalan sesuai aturan khususnya di Kabupaten Paluta,” pungkasnya. (ais)

iklan usi