News

Pemkab Anggarkan Rp400 Juta untuk Perbaikan Rumah di Nagori Bayu Muslimin

FaseBerita.ID – Bupati Simalungun JR Saragih meninjau langsung bencana tanah longsor yang kembali terjadi akibat hujan deras kemarin dan mengakibatkan sekitar 61 rumah warga rusak dan 1 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut di Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok. Minggu (29/11).

Bupati Simalungun didampingi Sekda, para Kepala OPD, Camat, Kapolsek, Danramil serta Pangulu Nagori Bayu Muslimin meninjau langsung rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Dihadapan masyarakat yang tertimpa bencana, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah hadir memberikan pelayanan pada masyarakat. Menurut Bupati, Pemkab Simalungun telah menganggarkan dana sebesar 400 juta rupiah untuk perbaikan rumah dan pemulihan Nagori tersebut yang akan dikerjakan dengan gotong royong bersama Pemkab Simalungun, TNI, Polri dan Masyarakat.

“Sesuai laporan dari pangulu bahwa rumah yang rusak sejumlah 61 unit dengan kerusakan yang berbeda-beda. Kita akan bergotong royong bersama masyarakat, TNI, Polri dan dibantu Pemerintah Daerah dengan anggaran 400 juta untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang menjadi korban longsor untuk layak dihuni. Harapan kami 15 hari kedepan masyarakat sudah bisa menempati rumahnya lagi” ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati, Pemkab Simalungun juga akan mendirikan dapur umum yang akan dikoordinir oleh Dinas Sosial Kabupaten Simalungun untuk membantu keperluan warga yang terkena bencana.

Bupati Simalungun, atas nama keluarga juga memberikan bantuan sebesar 30 juta rupiah bagi warga yang menjadi korban akibat bencana tanah longsor ini.

Selamat (65), seorang tokoh masyarakat Nagori Bayu Muslimin menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dari Bupati Simalungun yang bergerak cepat dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi di Nagorinya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjenguk keadaan dari Hendra Gunawan (47), salah satu korban dalam bencana tanah longsor tersebut yang mengalami patah kaki.

Kepada Bupati, Hendra menceritakan kejadian tersebut terjadi saat dirinya sedang berada di kamar mandi.

Bencana longsor itu terjadi hingga menyebabkan dirinya tertimbun material longsoran. Sempat dinyatakan hilang namun kemudian warga menemukan dan menyelamatkan Hendra.

Bupati juga memberikan bantuan tali asih kepada Hendra serta meminta Dinas Kesehatan untuk memantau keadaan Hendra agar cepat kembali Pulih. Bupati juga berpesan kepada Hendra untuk tetap semangat dan tabah dalam menerima keadaan ini.

Dalam menghadapi curah hujan yang tinggi seperti sekarang ini, Bupati juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan penebangan pohon yang dapat menyebabkan longsor.

“Saya menghimbau masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon tetapi harus merawatnya dan juga harus peka terhadap tanda-tanda alam, jika curah hujan tinggi secepatnya mengungsi ke tempat yang aman. Jangan panik dan harus tetap waspada,”kata JR Saragih. (rel/fi)

iklan usi