News

Pemilik E-Warung Lapor Pemilik Akun Facebook JH

FaseBerita.ID – Akhirnya pemilik e-Warung UD NUNUT, Marganda Hutauruk warga Lumbansoit Desa Hutauruk Hasundutan Sipoholon, Taput, resmi melaporkan akun Facebook berinisial JH.

pelaporan akun Facebook itu langsung Marganda Hutauruk, Minggu (7/6) malam. Ia didampingi seluruh pemilik e-Warung selaku penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Provinsi Sumut di Tapanuli Utara.

Marganda Hutauruk kepada awak media, Senin (8/6) membenarkan telah mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Taput. “Sudah kita laporkan atas penyalahgunaan dugaan Informasi transaksi elekronik atau ITE ke polisi dan diterima oleh petugas atas nama Aiptu Aidil Azhari,” ungkapnya.

Laporan dengan nomor LP 122/VI/2020/SU/RES/Taput, Marganda menegaskan pengaduan ini harus dilakukan untuk membersihkan nama baiknya maupun usahanya.

Baca sebelumnya: Cuitan ‘E-Warung Untung Rp 49 Ribu’ di Taput, Dilaporkan ke Polisi 

“Nama baik saya dan warung telah dicemarkan melalui postingan akun JH dimana dia memuat keterangan yang belum tentu kebenarannya dan menyebarluaskannya melalui media sosial,” ujarnya.

Marganda sekali lagi menegaskan tidak pernah ada niat sekalipun untuk mengurangi nilai dan takaran bantuan sembako kepada penerima.

“Itu akun resmi JH yang juga anggota BPD desa saya, dan dia harus membuktikan serta mempertanggung jawabkan apa yang disebarluaskannya di media sosial. Saya percayakan kepada aparat hukum memproses sesuai aturan yang ada di negara ini,” tukasnya.

Salah seorang pemilik e-Warung, Riyo Manullang yang ikut mendampingi pelaporan rekannya Marganda Hutauruk sepakat bahwasanya hukum harus ditegakkan.

“Kami keberatan juga atas postingan JH, seenaknya dia memberi harga sembako yang kami salurkan dengan mengatakan kami memotong dan mengambil keuntungan Rp49.000,” ungkapnya.

Dan untuk itu, Riyo berharap aparat penegak hukum melakukan proses hukum bukan hanya akun JH, namun siapa saja yang masuk di kolom komentar dan menuding pemilik e-Warung melakukan pemotongan.

“Negara kita ini negara hukum, semua harus tunduk atas aturannya, siapa saja, apapun jabatannya. Jangan seenak dan sesuka hatinya menyebarluaskan informasi yang kebenarannya belum tentu dipertanggung jawabkan, sehingga memancing keributan apalagi di tengah Pandemi Covid-19,” tegasnya.

Riyo dengan tegas membantah penyaluran sembako bagi penerima manfaat di Sipoholon tidak pernah ada niat memotong ataupun mengurangi nilai bantuan. “Harga dan bentuk sembako yang kami salurkan senilai Rp225.000 adalah kesepakatan dan nilai Sembako berdasarkan harga pasaran. Bahkan kami rela demi misi kemanusiaan menurunkan harga sembako di bawah pasaran di warung,” tegasnya.

Untuk mendampingi proses hukum yang akan berlangsung, kordinator e-Warung Kecamatan Sipoholon sepakat menunjuk kuasa hukum. “Kami sepakat menunjuk Pak FL Fernando Simanjuntak untuk mengawal proses pengaduan kami. Biarkanlah hukum menjadi panglima tertinggi mengungkap siapa yang salah dan benar,” pungkasnya. (as)