News

Pemerintah Pangkas Libur Cuti Bersama

FaseBerita.ID – Pemerintah telah mengadakan rapat untuk menentukan pemangkasan libur cuti tahun 2021. Hal ini mempertimbangkan pencegahan penyebaran virus ketika libur panjang.

Adapun, rapat diikuti oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

Lalu, hadir juga Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, lalu Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Nizar dan Asisten Operasi Kapolri Imam Sugianto.

“Pada siang hari ini kita telah mengadakan pertemuan langsung yang dihadiri oleh menteri menteri terkait, kecuali menteri agama yang kondisinya kurang sehat sehingga tidak bisa bergabung bersama. Intinya bahwa pada hari ini sudah ada kesepakatan mengenai cuti dan libur bersama tahun 2021,” terang dia dalam telekonferensi pers, Senin (22/2).

Adapun, kesepakatan kebijakan ini dibuat dalam bentuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, antara Menaker, MenPAN-RB serta Menag yang diwakili Sekjen Kemenag. Rapat tersebut dilakukan di Gedung Kemenko PMK, Jakarta.

“Kami persilahkan Ibu Menaker, Bapak MenPAN-RB dan Bapak Menag nanti sementara akan diwakili oleh Pak Sekjen. Sementara saya, Pak Menhub dan pak Asops Kapolri akan menjadi saksi karena ini berkaitan dengan tugas-tugas beliau dan tugas saya,” tutur dia.

Sebelumnya, Muhadjir mengatakan, Hal ini dilakukan, sebab kasus Covid-19 cenderung meningkat saat memasuki libur panjang. Namun, penularan virus bukan hanya disebabkan libur panjang, faktor lain pun turut memengaruhi.
“Ada kecenderungan begitu (kasus Covid-19 meningkat). Jadi setiap ada libur panjang. Ada kenaikan kasus, walaupun itu juga tidak variabel tunggal. Ada banyak faktor,” jelas dia dalam keterangannya, Rabu (17/2).

Menyisakan 12 Mei dan 24 Desember 2021

Pemerintah resmi memangkas jumlah cuti bersama 2021. Keputusan ini diambil setelah rapat bersama sejumlah menteri terkait pada Senin (22/2) di kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, rapat evaluasi ini dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fuaziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kementerian Agama (Sekjen) Nizar Ali, dan perwakilan Kapolri.

“Intinya bahwa pada hari ini sudah ada kesepakatan mengenai cuti dan libur bersama tahun 2021,” ujar Muhadjir usai rapat di kantor Kemenko PMK, Senin (22/2).
Sayangnya, Muhadjir tak merinci hasil evaluasi yang dimaksut. Ia hanya mengatakan, detil bisa diperoleh setelah surat keputusan bersama ditandatangani.

Namun, Sekjen Kemenag Nizar Ali yang ditemui usai rapat mengungkapkan, cuti bersama pada 2021 dipangkas lima hari. Sehingga, dari tujuh hari cuti bersama, hanya akan tersisa dua hari cuti bersama.
“Selain 12 Mei (cuti bersama lebaran, red) dan 24 Desember (cuti bersama Natal, red),” katanya singkat.(jp/int/fabe)