News

Pemeriksaan Rapid Test: Pasien Reaktif Bertambah, Pembantu Masih Dicari

FaseBerita.ID – Warga Kota Siantar yang berstatus reaktif Covid-19 bertambah 2 orang. Sebelumnya gugus tugas melaporkan ada 5 warga berstatus reaktif, sehingga total menjadi 7, pada Rabu (22/4/2020).

Dua warga Jalan Cokroaminoto Gang Petir Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur yang saat ini dirawat di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, merupakan pasien berstatus reaktif covid-19.

Pasangan suami-istri ini disebutkan baru mengunjungi Kota Jakarta, namun saat kembali tidak melapor ke gugus tugas atau ke petugas kesehatan.

Daniel Siregar Tim Gugus Pemko Siantar menegaskan kalau saat ini pasangan suami (74) dan istri (63) sudah diisolasi di Rumah Sakit Djasamen Saragih. Dia juga menceritakan kronologis sebenarnya kalau pasangan suami istri itu di evakuasi dari rumah sakit Vita Insani ke RSUD, bukan dari rumahnya.

“Hasil Rapid Test mereka reaktif kondisinya juga sudah mengarah, sehingga mereka masuk ODP. Kalau gejala kepada mereka saat ini batuk dan demam,” ujarnya.

Daniel Siregar menjelaskan, saat ini pihak tim gugus sedang mengumpulkan informasi riwayat perjalanan mereka yang melibatkan Babinsa dan Bapimkantikmas.

“Jadi untuk mendapatkan informasi itu kita telah melibatkan Kepling, RT Babinsa. Karena sebelum saya datang ke lokasi warga sekita sudah tidak nyaman. Sehingga saya menjelaskan kepada masyarakat,” jelasnya.

Daniel juga menjelaskan kalau untuk kakak pasien juga diperiksa. Dan menurut keterangan warga juga kalau mereka ini mempunyai pembantu dan langsung dicari.

“Kita sudah langsung cari agar dapat kita lakukan Rapid test. Kalau mereka ini di RS Vita Insani selama dua hari dan tanggal 21 malam hari mereka di bawa ke RSUD. Kita juga sudah lakukan Rapid Test kepada mereka dan hasilnya reaktif. Untuk saat ini kita sudah melakukan pelacakan sama siapa saja yang telah berinteraksi dengan mereka ini,” ujarnya.

Sudah Menetap Lama

Sementara Ketua RT Roseni Purba menyebut kedua warga tersebut sudah lama bertempat tinggal di kawasan itu.

“Dia itu warga tetap. Dah lama juga tinggal disana, namun baru-baru ini mereka baru saja berkunjung ke Jakarta dengan alasan anaknya Partus,” jelas Roseni Purba.

Menurut Roseni Purba menjelaskan, sehabis dari Jakarta mereka tidak melaporkan diri ke RT atau Lurah untuk diperiksa.

“Mereka mengalami gejala penyakit, kemudian berobat ke RS Vita Insani untuk mendapatkan perawatan. Dari RS Vita Insani dirujuk ke RSUD Djasamen Saragih,” bebernya. (mag0 3/mag04)