News

Pembunuhan Siswi SMK: Niat Jalan-jalan ke Salib Kasih Tak Kesampaian

TAPUT, FaseBerita.ID – Rinto Hutapea (36) sudah ditetapkan sebagai tersangka tunggal kasus pembunuhan siswi SMK Karya Tarutung, Kristina Gultom. Meski begitu, cerita-cerita terkait kejadian terus mengemuka.

Seperti yang diungkapkan oleh TH, salah seorang teman korban yang sempat bersamanya sebelum Kristina ditemukan tewas tanpa busana di perladangan Dusun Sitolu-tolu, Desa Hutapea Banuarea, Tarutung, Tapanuli Utara.

Dikatakan TH, sebelum peristiwa naas tersebut, Kristina Gultom mengungkapkan keinginannya jalan-jalan ke objek wisata Salib Kasih di Kecamatan Siatas Barita. Bahkan korban dan pacarnya disebut-sebut sudah membuat janji di hari tersebut untuk pergi ke sana.

“Saya ketemu dengan Kristina di tengah jalan sekira jam 3 sore. Dan ketika kami tanya hendak ke mana, dia (korban, red) bilang mau ke Salib Kasih bersama pacarnya,” ujar TH, warga Dusun Aek Julu, Desa Hutapea Banuarea, Sabtu (10/8/2019) lalu.

Namun terakhir korban diketahui gagal berangkat karena tiba-tiba sang pacar membatalkan janji akibat ada urusan mendadak. “Akhirnya dia (korban) gabung bersamaku dan adikku. Kami berkeliling tidak jauh dari desa kami,” ungkapnya.

Setelah dua jam berjalan-jalan di sekitar kampung mereka, TH mengaku berpisah dengan korban. “Selama dua jam itu, Kristina terlihat sangat ceria. Bahkan aku sempat memasang lisptik ke bibirnya,” ujarnya yang juga menjadi salah seorang saksi yang dimintai keterangan oleh Penyidik Polres Taput.

TH mengaku baru mengetahui kabar meninggalnya korban saat semua sudah heboh pada Senin, keesokan harinya.

“Dia ini orangnya kalau jalan sama kita dikenal pendiam, namun kalau bersama temannya cukup komunikatif,” katanya.

TH menambahkan, korban pernah cerita kepadanya bahwa tersangka Rinto Hutapea sering mengintipnya saat mandi di kamar mandi umum.

“Itu ceritanya ke saya. Dan saya tidak yakin dia meludahi wajah tersangka, bahkan sampai cakap kotor,” pungkasnya sembari mengungkapkan bahwa ia sempat tidak tidur selama dua hari sebelum Rinto ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen dalam press rilisnya, Jumat (9/8/2019), mengatakan bahwa pihaknya sudah menetapkan Rinto Hutapea sebagai tersangka.

Sementara dalam pengakuannya, Rinto nekat membunuh korban karena tersinggung akibat diludahi serta dimaki saat menawarkan diri mengantarkan korban pulang ke rumah.

Dari hasil autopsi yang dilakukan di RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, korban dipastikan meninggal akibat mati lemas yang disebabkan cekikan.

Meski begitu Kepala Instalasi dan Kedokteran Forensik RSUD Djasamen Saragih, dr Reinhard Hutahaean mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan korban mengalami kekerasan seksual sebelum meninggal.

“Kalau soal itu, tunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelas Reinhard beberapa waktu lalu. (as)