News

Pembunuhan Karyawati BSM: Pelaku Sempat Berniat Ikat Sang Istri

FaseBerita.ID – DP, pelaku utama pembunuhanterhadap Santi Devi Malau mengaku sempat ingin mengikat istrinya menggunakan tali nilon setelah sebelumnya pasutri ini bertengkat. Hal itu diakui DP kepada awak media saat Kapolres Tapteng AKBP Sukamat menggelar konferensi pers di Mapolres Tapteng.

“Malam itu saya berantam dengan isteri saya. Isteri saya datang ke warnet dan marah-marah menyuruh saya pulang. Setibanya di rumah kosan, isteri saya masih tetap marah-marah dan membawa gunting, sehingga timbul niat saya untuk mengikat isteri saya dengan tali nilon. Saya pun mengambil tali nilon dari jemuran yang ada di depan kos,” kata DP.

Setelah itu, lanjut DP, ia masuk ke kosan dan mendapati isterinya tidak ada lagi dalam kamar. Karena isteri pelaku tidak ada di kamar, DP pergi ke rumah korban yang jaraknya hanya berselang satu kamar. Ia pun mengetuk pintu kamar korban dan sedikit membuka pintu sembari mengatakan mau minjam uang Rp200 ribu untuk ongkos ke Medan.

“Saya langsung masuk ke kamarnya, lalu korban menjawab bahwa ia tidak punya uang Rp200 ribu, yang ada hanya Rp22.000. Korban pun sempat menawarkan agar ia mengambil uang dulu ke ATM. Saya curiga dia mau lari karena tidak mungkin seorang pegawai bank tidak punya uang Rp200 ribu di kantong,” ungkapnya.

Saat korban hendak pergi, lanjut tersangka, ia langsung mencekik lehernya. Karena korban melawan dan menjerit, pelaku menyeretnya ke kamar mandi dan membenturkan kepalanya ke dinding kamar mandi dan kloset.

Karena masih meronta, pelaku menjerat leher korban dengan tali nilon yang diambilnya dari jemuran dan semula dimaksudkan untuk mengikat istrinya.

“Saat itu korban belum meninggal, walaupun sudah saya jerat lehernya. Karena saya semakin kalut, akhirnya saya bekap mulutnya dengan kain sampai dia meninggal. Sesudah itu baru saya lari,” kata pria asal Belawan itu.

Sedangkan keterlibatan isteri pelaku, NYN (18), menurut polisi, karena turut serta membantu suaminya melakukan pembunuhan. Hanya saja keterangan dari pasutri ini masih berbeda jadi perlu untuk didalami.

Masih pengakuan pelaku, sesudah membunuh korban, ia bersama isterinya langsung pergi ke Sibolga untuk menjual ponsel korban. Dengan bermodalkan uang Rp400 ribu dari hasil penjualan ponsel itu, pasutri ini kabur ke Medan. Penadah ponsel korban saat ini juga sudah diamankan polisi.

Karena Desakan Ekonomi

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat menjelaskan pembunuhan yang dilakukan pasangan suami istri terhadap gadis 25 tahun tersebut dilatarbelakangi atas desakan ekonomi. DP yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga warnet, dipecat. Sementara gaji istrinya sebagai pembantu warung ayam penyet tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan rumah tangga mereka.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat dan jajaran memaparkan tersangka kasus pembunuhan karyawati BSM dan barang bukti di Mapolres Tapteng, Rabu (19/6/2019). (ZATAM)

“Motif pembunuhan itu adalah kebutuhan ekonomi. Pelaku laki-laki awalnya bekerja sebagai penjaga warnet, namun sudah dipecat. Sementara isterinya pelayan di warung ayam penyet. Saat kejadian, pelaku juga membawa lari ponsel milik korban dan juga tas yang diduga berisi uang,” jelas Sukamat.

Bertetangga dengan Korban

Dua pelaku pembunuhan terhadap Santi Devi Malau yang berhasil ditangkap di Satreskrim Polres Tapanuli Tengah merupakan tetangga korban. Selama ini pelaku dikenal tidak suka bergaul dan selalu tertutup. Mereka juga sudah tinggal di komplek tersebut beberapa bulan belakangan.

Dari keterangan warga sekitar kos-kosan, DP dan NYN pernah bekerja di salah satu warung makanan di Kecamatan Pandan, namun keduanya telah dipecat sekitar sebulan lalu. Sejak dipecat dari pekerjaannya, pasutri ini sering keluar dan kerap pulang larut malam. “Sering pulang malam, mau sampai jam 2 pagi baru pulang, tapi aku nggak tau dari mana mereka itu,” ujar Otan Silitonga.

Penadah HP Amankan

Setelah mengamankan kedua pelaku pembunuh terhadap Santi Devi Malau, personel Polres Tapteng juga mengamankan dua penadah handphone milik korban. Dua orang yang diamankan berinisial IKC dan SS. IKC sebagai penadah pertama, sedangkan SS merupakan penadah kedua. IKC dan SS merupakan warga Sibolga Julu, Kota Sibolga.

Baca juga: Motif Sementara Pembunuhan Santi Devi Malau: Tak Diberi Pinjaman Uang

Ditangkapnya kedua penadah ini berkat pengembangan keterangan dari kedua pelaku. Adapun ponsel korban yang dibawa kabur pelaku adalah iPhone 6 yang dijual kepada penadah pertama sekitar satu juta rupiah. Kemudian HP itu dijual kembali oleh penadah pertama kepada penadah kedua. “Dua orang IKC dan SS, warga Sibolga Julu,” sebut Sukamat.

Rabu (19/6/2019) siang, kedua penadah HP itu juga ikut dipaparkan oleh Kapolres Tapteng AKBP Sukamat dan jajarannya dalam gelar perkara yang dilekukan di Mapolres Tapteng. (ztm/int)