News

Pembunuhan Anak di Pakkat: Ayah Korban Ditetapkan Tersangka

FaseBerita.ID – Kasus pertengakaran pasangan suami isteri (Pasutri) hingga menewaskan anak kandungnya yang masih berumur empat tahun di Kecamatan Pakkat, Humbang Hasundutan (Humbahas) baru-baru ini, mulai tersingkap.

Satreskrim Polres Humbahas terus berupaya melakukan pengembangan kasus hingga akhirnya menetapkan LT, yang tak lain adalah ayah kandung korban. Tersangka pun kemudian ditahan di Mapolres humbahas guna pendalaman proses hukum selanjutnya.

Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono membenarkan hal itu. LT ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (11/3), setelah dilakukan pemeriksaan dengan bukti-bukti yang ada.

“Pelakunya adalah bapaknya korban. Ditetapkan sebagai tersangka hari Rabu 11 Maret 2020 Stelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” tulis Rudi dengan singkat melalui perpesanan whatsapnya, Sabtu (14/3).

Senada dikatakan PS Paursubbag Humas Polres Humbahas, Bripka SB Lolo Bako. Dia menambahkan, tersangka nekat melakukan tindakan keji tersebut diduga motifnya karena cemburu.

Baca sebelumnya: Satu Keluarga di Pakkat Humbahas Diduga Dianiaya: Anak Tewas, Orangtua Kritis

Karenanya, tersangka diduga keras telah melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa anak di bawah umur dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dalam lingkup keluarga.

“Sebagaimana dimaksud pasal 80 ayat (3), (4) Undang-undang no 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 44 ayat (2) serta Undang-undang No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga,” terangnya.

Ditanya terkait kondisi kesehatan tersangka, SB Lolo Bako mengatakan bahwa kesehatannya tersangka kini berangsur membaik meskipun tetap menjalani perawatan. “Masih sering ganti Perban,” singkatnya.

Diberitakan Sebelumnya, DT, bocah berumur empat tahun tewas mengenaskan dengan usus terburai.

Korban meninggal diduga akibat tersabet senjata tajam saat terjadi pertengkaran ayahnya LT (42) dengan sang ibu SL (35).

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di perladangan Sitalahap, Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Humbahas, Sabtu (29/2) sekira pukul 18.00 WIB.

Selain korban tewas, LT dan SL (orangtua Doni, red) juga harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif karena kritis akibat luka parah yang dialami keduanya. SL dengan luka menganga di perut menyebabkan sebagian ususnya keluar.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian diketahui setelah warga mendengar adanya jeritan dari perladangan Sitalahlap. Warga kemudian mendatangi perladangan dan melihat SL menjerit dengan kondisi berlumuran darah akibat luka di perut, sebagian ususnya keluar. Dan, tak jauh dari tempat SL merintih, anak bungsunya, DT juga terkapar tak bernyawa dengan kondisi yang sama, yakni luka di perut dengan usus keluar.

Warga kemudian menolong korban dan melaporkannya kejadian kepada pihak kepolisian. Sementara LT yang merasa dikepung warga berusaha menghabisi nyawanya dengan cara melukai dirinya sendiri. (sht)