News

Pembunuh Wanita Hamil Ditangkap di Labura

FaseBerita.ID – Pelaku pembunuhan wanita hamil bernama Fitriana (25), asal Dusun Petua Ali, Desa Cot Jabet, Kecamatan Ganda Pura, Kabupaten Bireuen, Aceh, ditangkap jajaran Polres Labuhanbatu, Sabtu (9/1). Tersangka ditangkap di wilayah hukum Mapolsek Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

“Iya, unit Reskrim Polsek Aek Natas Polres Labuhanbatu berhasil meringkus tersangka,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan.

Informasi dirangkum, tersangka diketahui bernama Wenieli Daeli alias Ario, kelahiran 6 September 1990, yang menetap di Jalan Nibung Raya, Petisah Tengah, Kota Medan. Ia ditangkap dalam pelariannya. Informasi peristiwa pembunuhan ini viral di media sosial. Di mana dikabarkan, jasad wanita berjilbab ditemukan tewas dengan sejumlah luka tikaman di tubuhnya, di halaman Masjid Al Badar, Jalan Gatot Subroto atau Jalan Binjai Km 6,8, Selasa (5/1) sekira pukul 22.00 WIB.

Saat ditemukan, di sekujur tubuh perempuan itu terdapat belasan luka bekas tikaman. Warga sekitar tak mengenali korban sehingga muncul dugaan korban sengaja dibuang di halaman masjid. Korban juga diduga korban sedang hamil.

Dirkrimum Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja bersama Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut, Minggu (10/1) sore di depan kantor Dirkrimum Poldasu.

Dalam paparannya, Tatan menerangkan pelaku pembunuhan telah ditembak polisi karena melawan saat proses pengembangan kasus.

Disampaikan dalam konferensi pers tersebut, Wenieli Daeili menghabisi nyawa Fitriana karena kesal dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan kekasihnya itu. Fitriana ditusuk pisau 13 liang hingga tewas.

“Motifnya, tersangka dimintai pertanggungjawaban oleh korban untuk dinikahi karena kekasihnya sudah hamil,” ujar Tatan Dirsan.

Fitriana dihabisi Selasa (5/1) lalu dengan sebilah pisau, sekitar pukul 21.30 WIB di halaman samping Masjid Al Badar, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal. Selain menganiaya Fitriana, ternyata di malam yang sama pelaku juga menganiaya seorang korban lainnya di tempat terpisah.

“Ada dua TKP pada hari yang sama Wenieli Daeli melakukan pembunuhan terhadap pacarnya,” terangnya.

Setelah membunuh Fitriana, sekitar pukul 22.30 WIB, Wenieli melakukan penganiayaan berat terhadap Irvandi Malau (35) sesama pengemis di emperan toko Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Wenieli ‘menghadiahi’ Irvandi 10 bacokan hingga tangan kanannya cacat, karena sakit hati dijek puntung.

Polsek Sunggal bersama Polrestabes Medan, petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Poldasu yang melakukan olah TKP, membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Poldasu. Lalu melakukan olah TKP di emperan toko Jalan Nibung Raya, termasuk memeriksa saksi-saksi.

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Poldasu yang bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dan Polsek Aek Natas lalu menangkap Wenieli Daeli yang melarikan diri ke Labura.

Wenieli Daeli diinterogasi dan mengakui telah membunuh Fitriana serta menganiaya Irvandi Malau menggunakan sebilah parang. Lalu polisi melakukan pencarian barang bukti alat yang digunakannya untuk menghabisi korban.

Tersangka mengaku menyembunyikan parang tersebut di belakang warung, di kawasan Jalan Gajah Mada, Medan. Kemudian tersangka dibawa polisi, namun mengelabui polisi dengan mengatakan parang yang dia gunakan tidak ditemukan.

Selanjutnya tersangka Wenieli Daeli mengakui, parang disembunyikan di balik Kotak Travo PLN, Jalan Perpustakaan, Medan. Sedangkan pisau yang digunakan membunuh kekasihnya ditemukan di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Asahan.

Ketika anggota Jahtanras Ditreskrimum Poldasu memerintahkannya menunjukkan parang, Wenieli tiba-tiba memberontak. Dia memberikan perlawanan serta mengambil sebilah parang dari balik travo PLN dan menyerang personel polisi hingga terluka.

Saat itu juga, anggota polisi lainnya menembak Wenieli dan pria itu langsung roboh. Dalam perjalanan ke rumah sakit, pria itu menghembuskan nafas terakhir. Sementara anggota Polda Sumut yang terluka dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Poldasu. (fdh/smg/int)