News

Pembunuh Suaminya Divonis 13 Tahun Penjara, Imelda: Tuhan Menjawab Doaku

FaseBerita.ID – Imelda Purba istri almarhum Vecky Erwanto Damanik mengucap syukur kepada Tuhan atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar kepada pelaku pembunuh suaminya selama 13 tahun penjara.

Menurut Imelda, sidang yang berjalan setelah hampir setahun, setelah kejadian semua karena muzijat Tuhan.

“Terima kasih juga kepada bapak Jaksa dan hakim yang betul-betul memakai hati nurani dalam proses sidang ini. Selama ini aku hanya pasrah jika kasus yang menimpa suamiku tidak disidangkan karena status terdakwa sebelumnya disebut gila. Apalagi diperkuat dengan surat dokter dari RS jiwa yangg mengatakan dia menderita skizofrenia,” ujar Imelda.

Baca juga: Suheri Sihombing Pelaku Pembunuhan Erwanto Damanik Divonis 13 Tahun Penjara

Sebelum mendapat surat P21, Imelda sudah berusaha untuk mencari keadilan hingga sampai ke Poldasu pada Mei lalu.

Hingga pada Agustus lalu, surat P21 sampai ke tangannya dan proses persidangan pun berjalan. Saksi RT tempat terdakwa tinggal dan teman terdakwa mengatakan jika Suheri tidak gila. Mereka mengenal terdakwa sudah sejak lama.

Keterangan itulah yang membuat saya percaya bahwa pelaku tidak gila dan kenal dengan suami saya.
Sidang putusan awalnya direncanakan pada 27 November kemarin, namun ditunda.

Baca juga: Pembunuh Uwan Dinyatakan Gila, Istri Korban: Anakku Kehilangan Ayah, Aku Tak Percaya Dia Gila

“Saat itu saya sempat pingsan karena tidak kuat dan kecewa, mengapa kasus yang menimpa suami saya harus serumit itu. Bahkan, sidang putusan yang seyogianya digelar 1 Desember pun kembali ditunda. Kami dan keluarga yang hadir saat itu pun menyerah dan pasrah. Apapun keputusannya nanti, mungkin itulah yang terbaik,” ujar Imelda.

“Kasus ini sampai ke persidangan saja saya sangat bersyukur. Apalagi dengan putusan 13 tahun penjara oleh hakim. Semua itu berkat doa seluruh keluarga dan orang yang peduli dengan kami,” sebutnya.

“Biarlah pelaku menjalani hukumannya tersebut dan segera menyesali perbuatannya. Sementara almarhum suami saya, biarlah dia tenang di surga dan kami yang ditinggal kuat untuk menjalani setiap proses kehidupan ini,” tutup Imelda.

Baca juga: Istri Uwan Damanik Minta Pelaku Dihukum Berat

Sebagaimana diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar Iqbal SH memonis terdakwa Suheri Sihombing, pelaku pembunuh Vecky Erwanto Damanik selama 13 tahun penjara. Pembacaan putusan itu diadakan di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (3/12).

Majelis Hakim Ketua Iqbal SH Purba di dampingi dua hakim menyatakan bahwa terdakwa Suheri Sihombing terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHPidana.

“Kami majelis hakim sependapat dengan jaksa, maka hukuman terdakwa sama dengan tuntutan jaksa sebelumnya yang diajukan oleh Christanto SH selama 13 tahun penjara dengan pasal yang sama,” kata Iqbal.

Pada persidangan kali ini, Imelda yang berstatus sebagai wartawan sekaligus ibu rumah tangga itu, tidak terlihat di persidangan.

Baca juga: Pelaku Pembunuh Uwan Damanik Ngaku Mendapat Bisikan Gaib

Mendengar vonis tersebut tampak terdakwa hanya dapat terdiam dan tertunduk. Atas vonis tersebut jaksa Cristanto menyatakan sependapat atas putusan yang diberikan hakim sebab sama dengan tuntutan yang ia ajukan.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 28 September 2019 lalu pukul 01.00 WIB di Jalan Cokroaminoto Kota Pematangsiantar. Tepatnya di warung Sophie, korban bersama temannya Andreas Valentino Samosir sedang makan mie goreng dan minum teh. Lalu pelaku datang memesan mie dan duduk berhadapan dengan korban.

Saksi M Yusuf penjual mie di warung tersebut mengatakan, jika pesanan mie pelaku sudah siap. Pelaku langsung berdiri yang sebelumnya hendak mengambil mie pesanannya, tapi seketika itu menusuk korban dengan pisau yang telah diselipkan di pinggangnya.

Korban berusaha melawan dengan melempar kursi, temannya Andreas juga membantu dengan menyiramkan air panas kepada pelaku. Tapi Suheri semakin bringas dan mengejar Andreas yang lari ketakutan sambil berteriak-teriak minta tolong.

Tak hanya itu, pelaku kembali mendatangi korban dan menikamnya hingga berulang kali. Beberapa warga datang dan terdakwa pergi meninggalkan lokasi kejadian. Tapi korban tak dapat ditolong dan meninggal dunia setibanya di RS Vita Insani. (ros/fi)

USI