News

Pembangunan Pasar Sibolga Nauli Kemungkinan Lanjut Tahun Ini

FaseBerita.ID – Usai penundaan pembangunan Pasar Sibolga Nauli yaang menelan dana sebesar Rp61,5 miliar dari Kementerian Perdagangan RI yang langsung disampaikan Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk pada Jumat (16/10/2020) lalu di lantai III Pasar Sibolga Nauli, ada kemungkinan pembangunan dilanjutkan tahun 2021 ini.

Hal itu terlihat pada Selasa (12/1) lalu, tepatnya di ruang kantor DPRD Sibolga, dimana Komisi II DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan rekanan dan pihak ketiga yang dihadiri Sekda M Yusuf Batubara, Dinas Perindag, Kadis PKAD serta instansi terkait di Pemko Sibolga untuk membicarakan rencana relokasi para pedagang serta penampungan sementara selama pembangunan pasar tersebut.

“Kita mendukung pembangunan tersebut selama tidak membebani APBD Sibolga, terutama untuk relokasi para pedagang di penampungan sementara,” jelas Ketua Komisi II DPRD Sibolga Rivorman Saleh Manalu, Senin (18/1).

Menurut dia, dirinya juga menyambut baik pengalokasian dana sebesar Rp61,5 miliar untuk pembangunan Pasar Sibolga Nauli, karena dengan demikian ada dana sebesar itu bergerak di Kota Sibolga yang juga akan dapat memicu pertumbuhaan perekonomian.

“Yang paling kita banggakan, tentu Pasar Sibolga Nauli ini, setelah selesai dibangun nantinya akan berubah menjadi pasar yang lebih modren dengan fasilitas yang lebih baik. Namun pembangunan pasar ini jangan sampai menyengsarakan para pedagang pasar,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Sibolga M Yusuf Batubara yang dikonfirmasi New Tapanuli, Senin (18/1) di Kantor Walikota Sibolga mengakui bahwa adanya RDP tersebut untuk membahas kelanjutan pembangunan Pasar Nauli Sibolga daan relokasi para pedagang.

“Pembahasan itu nantinya akan kita serahkan pada Walikota Sibolga, karena realisasinya ada pada bapak walikota. Jika memang nantinya setelah ditelaah beliau bisa untuk dilanjutkan, maka tentu akan dilanjutkan,” jelas dia.

Sebelumnya Walikota Sibolga Drs Syarfi Hutauruk mengatakan bahwa pembangunan Pasar Sibolga Nauli ditunda sekaitan permintaan para pedagang karena situasi pandemi yang masih melanda Indonesia, termasuk Kota Sibolga. Di mana jika pembangunan pasar itu dimulai, maka para pedagang wajib digusur.

“Hal itulah yang mendasari, sehinggga saya tidak sampai hati menggusur para pedagang,” jelas Drs Syarfi Hutauruk waktu itu.

Permintaan dari para pedagang itu diperjuangkan wali kota sampai kepada Kementerian, mengingat anggaran pembangunan pasar tersebut bersumber dari Kementerian Perdagangan. “Bulan lalu saya sudah sosialisasi di sini terkait pembangunan Pasar Nauli. Sekarang saya datang kembali untuk menyampaikan hasil pembicaraan kita terkait harapan pedagang kepada Kementerian Perdagangan. Saya umumkan bahwa penundaan pembangunan pasar sudah disetujui oleh kementerian,” ungkapnya.

Lanjut dia, jika para pedagang digusur, tentu akan berakibat rakyatnya kelaparan. Namun dia juga menyampaikan, bahwa ke depan nanti, tentu dia tidak punya kuasa lagi untuk mendapatkan anggaran pembangunan ini. Akan tetapi sekedar membantu, mungkin dia bisa.

“Saya akan lakukan semaksimal kemampuan saya, jika nanti saya diminta bantu,” ucap walikota dengan mata berkaca-kaca. (mis)

iklan usi