News

Pembangunan Pasar di Humbahas Disinyalir Terindikasi Korupsi

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Pembangunan sejumlah pasar di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Tahun Annggaran 2018 diduga terindikasi korupsi.

Hal itu terungkap setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Dolok Sanggul melakukan full data di kantor Dinas Kopedagin yang erat kaitannya dengan pembangunan pasar dimaksud, Rabu (3/7/2019).

Amatan wartawan, full data dipimpin langsung oleh Kasi Intelijen Kejari Humbahas, Muhammad Juanda Sitorus serta tujuh personil lainnya yang dibantu staf dan jaksa fungsional.

Full data sekaligus pemeriksaan berlangsung selama 10 jam, dilakukan secara tertutup sejak pukul 11:00 WIB sampai dengan pukul 20:15 WIB. Tampak staf Dinas Kopedagin Humbahas inisial HS dan staf Dinas Perkim Humbahas  inisial GS yang diduga sebagai staf teknis kegiatan pembangunan pasar rakyat itu.

Terkait full data yang dilakukan oleh pihak kejari,  Dinas Perkim dan staf Kopedagin enggan berkomentar.

“Nanti lah kita ngomong lae”, ujar GP sambil terburu-buru meninggalkan kantor Dinas Kopedagin.

Hal serupa juga dikatakan HS kepada sejumlah awak media. Pria berkacamata ini juga enggan berkomentar. Saat wartawan mencoba meminta sedikit informasi, HS menyampaikan bahwa mereka dimintai keterangan terkait pembangunan sejumlah pasar di daerah itu pada TA 2018.

“Jangan dulu lae, kami masih capek diperiksa mulai dari tadi siang. Keterangan yang kami sampaikan tadi, terkait pembangunan pasar dan itu hanya sebatas klarifikasi oleh Kejari Humbahas,” ujarnya.

Kasi Intel Kejari Humbahas Muhammad Juanda Sitorus saat dicocor wartawan mengaku bahwa mereka melaksanakan tugas. Melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan yang sifatnya tertutup dan belum bisa memberikan informasi apapun kepada media.

“Mohon maaf, ini sifatnya masih tertutup, belum bisa memberikan infomasi apapun kepada media. Mungkin ada waktunya pihak kejaksaan memberikan keterangan secara terbuka,” kata Juanda.

“Yang pasti masih ada hubungan dengan Dinas Kopedagin. Karena ini sifatnya tertutup, informasi spesifiknya belum bisa kita sampaikan. Ke depan kalau rekan mengikuti perkembangannya, kita akan memberi penjelasan secara terbuka,” tukasnya.

Sementara itu, Kadis Kopedagin, Radna F Marbun saat dimintai keteranngan, enggan berkomentar. dia mengaku sedang berada di luar kota mengikuti rapat.

“Maaf pak, saya sedang di Jakarta mengikuti rapat. Ini kita sedang di gedung mengikuti rapat,” elaknya melalui selluler, Kamis (4/7/2019). (sht)