News

Pembangunan Dermaga Buntu Pasir Diganggu, Pemkab Simalungun Bongkar Spanduk dan Tratak

FaseBerita.ID – Pembangunan dermaga di sepanjang pantai Buntu Pasir Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon(Girsip) mendapat ‘gangguan’ dari sejumlah masyarakat yang mengklaim bahwa lokasi pembangunan dermaga adalah tanah warisan keluarga.

Masyarakat yang mengklain menyebut mereka sebagai keturunan Op Raja Usia Sinaga, pemilik lahan tersebut. Pemkab Simalungun dituduh mencaplok lahan yang dijadikan dermaga kapal yang berada tepat di depan Atsari Hotel. Warga kemudian memasang spanduk dan teratak sebagai bentuk perlawanan.

Menanggapinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Satpol PP didampingi TNI-Polri membongkar paksa spanduk dan tratak yang dianggap menganggu jalannya pembangunan, Senin(15/2).

Amatan awak media, pada saat terjadi pembongkaran spanduk, sejumlah warga yang mengaku pemilik tanah keturunan Op Raja usia Sinaga berargumen dan menolak pembongkaran sembari mengatakan bahwa Pemkab Simalungun mencaplok tanah warisan mereka.

Usai berargumen, keturunan Op Raja Usia Sinaga akhirnya membiarkan Sat Pol PP Pemkab Simalungun membongkar spanduk dan tratak yang mereka pasang sebelumnya. Selanjutnya spanduk dan tratak diangkut ke kantor Satpol PP di kantor Pematang Raya.

Camat Girsip, Maruwandi Y Simaibang menjelaskan, bahwa lokasi tanah yang diklaim warga turunan Op Raja Usia Sinaga Buntu Pasir Parapat merupakan asset Pemkab Simalungun. Dan sudah dilengkapi Surat Keterangan Tanah (SKT) atas nama Pemerintah Simalungun untuk pembagunan dermaga kapal.

“Program pembongkaran ini dalam rangka pembangunan Nasional, dan semua alat yang disita milik yang mengaku pemilik tanah di simpan dengan baik. Kapan saja bisa diambil dengan berita acara, setelah usai pembongkaran lokasi akan dipagar semua. Sehinga proses pembangunan aman dan lancar,” ucap Camat Maruwandi.
Dijelaskan Maruwandi lebih lanjut, setiap asset memiliki administrasi.

“Kita meminta kepada keturunan Op Raja Usia Sinaga supaya mempersiapkan administrasinya. Sehinga tidak terjadi gejolak, dan kedamaian yang selama ini kita jalin di Parapat ini bisa terjalin damai serta investor dapat nyaman,” ujar Camat.

Sementara, Kabag OPS Kompol Surya meminta kepada pihak masyarakat yang mengklaim pemilik tanah supaya menempuh jalur hukum.

“Himbauan kita, silahkan masyarakat menempuh jalur hukum, ada jalur perdata, pidana dan PTUN, dan apabila nanti mereka menang pasti hak mereka akan di kembalikan kepada pemiliknya, ” kata Kompol Surya, sembari menyampaikan personil Polri yang diturunkan dalam pengamanan sebanyak 50 orang. (aos)