News

Pembacok Kepala hanya Dituntut 6 Bulan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Ponijo terdakwa perkara penganiayaan hanya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 6 bulan penjara.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (8/5) kemarin, Jaksa Penuntut Umum Ade Jaya Ismanto SH menyatakan bahwa perbuatan terdakwa melanggar pasal 351 (1) KUHPidana sehingga menuntut terdakwa dengan hukuman selama 6 bulan penjara.

Terungkap dalam persidangan bahwa terdakwa melakukan penganiayaan pada hari Kamis 31 Januari 2019 sekira pukul 08.00 WIB bertempat di Huta II Nagori Sidorukun Tanjung Rapan, Kecamatan Ujung Padang.

Terdakwa pada saat itu menaiki sepedamotor, namun tak bisa lewat. Ketika itu Sugiono (korban) sedang berada di ladangnya sehingga terdakwa memanggil Sugiono. Tapi Sugiono tidak mengihiraukanya sehingga tanpa basa basi, terdakwa memaksa lewat dan terjatuh.

Akan tetapi, Sugiono tidak menghirukan terdakwa terjatuh sehingga membuat terdakwa emosi.

Pada saat itu juga, terdakwa mendatangi korban sambil mengambil arit dari sepedamotornya hingga memukul kepala korban. Akibat perbutan terdakwa, korban terluka dan berceceran darah di bagian kepala hingga dilarikan ke Puskesmas terdekat pada saat itu.

Pada saat persidangan, terdakwa masih meminta keringanan hukuman lagi, padahal tuntutan yang diberikan jaksa tersebut sudah ringan.

Setelah selesai membacakan tuntutan, Majelis Hakim yang diketuai Roziyanti SH didampingi dua hakim Nasfi Firdaus dan Justiar Ronal  menunda persidangan hingga minggu depan dengan agenda putusan.

Usai sidang, korban mengaku tidak terima atas ringannya tuntutan yang diberikan jaksa tersebut.

Menurut korban, akibat dari perbuatan terdakwa, korban tidak bisa kerja sampai 20 hari lamanya.

“Kepala saya sakit karena luka. Bahkan saya tidak bisa bekerja hampi 1 bulan. Tapi kenapa tuntutannya hanya 6 bulan penjara saja,” terang korban. (ros/pra)

USI