News

Pelarian Pelaku Pembunuhan Sadis Berakhir

9 Tahun Buron, Ditangkap Saat Pulang Kampung

ASAHAN, FaseBerita.ID – Polsek Pulau Raja meringkus M Rivai (29 ), warga Dusun VI Desa Gunung Malayu, Kecamatan Rahuning di rumah orangtuanya di Dusun VI Desa Gunung Malayu terkait kasus pembunuhan sadis 9 tahun yang lalu terhadap korban Lenni Silaban.

Kapolsek Pulau Raja AKP Abdul Rahman Manurung, Minggu malam (23/6/2019) saat dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan penangkapan tersangka M Rivai. Menurut AKP Abdul Rahman Manurung, pihaknya mendapat informasi bahwa tersangka pulang kampung dan langsung ditindaklanjuti.

M Rivai dibekuk dari kediamannya pada Minggu sore (23/6/2019) sekitar pukul 16.00 WIB di desa Perkebunan Gunung Melayu dan saat diamankan berusaha kabur sehingga diberi tindakan tegas, kemudian langsung diboyong ke Mapolsek guna penyelidikan lebih lanjut.

Masih kata perwira yang belum genap satu bulan menjabat sebagai Kapolsek Pulau Raja itu, selama 9 tahun menghilang, ada tiga kali pindah. Pertama saat melarikan diri sempat menetap di Balam Riau, kemudian pindah lagi ke Jambi dan terakhir menetap di Teluk Kuantan.

Sedikit kronologis kejadian 9 tahun silam, M Rivai pura-pura kenal dengan korban dan pamit kepada orang tuanya untuk jalan-jalan. Sejak itu, gadis malang itu tidak pernah kembali.

Pada Senin, 8 Maret 2010 sekitar pukul 09.30 WIB salah seorang pekerja di PTPN IV Kebun Pulau Raja Afedling III Blok 85F menemukan sosok mayat perempuan tanpa identitas. Kemudian oleh pihak Polsek Pulau Raja diautopsi ke RSU Djasamen Saragih Pematang Siantar. Di lokasi kejadian petugas menemukan batu koral yang ada percikan darah, kemudian tidak jauh dari ditemukan jasad gadis malang itu ditemukan koper berisi pakaian.

Selanjutnya setelah pihak Polsek Pulau Raja menyebarkan informasi terkait penemuan mayat tanpa identitas, datang P Silaban (52) warga Pinggul Toba yang mengaku kehilangan salah satu anggota keluarganya dan saat diperlihatkan barang-barang pribadi milik korban diyakini sosok perempuan yang disimpan di kamar mayat itu adalah putrinya.

Berdasarkan keterangan orang tuanya saat itulah, maka M Rivai diburon sebab sejak diajak pergi dari rumah Leni boru Silaban tidak pernah pulang dan pergi untuk selama-lamanya. Kepada wartawan, ayah korban Pattun Silaban didampingi ibunya Aspiria Siburian mengatakan pelaku pembunuhan putrinya agar dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Hukum pelaku itu sesuai dengan perbuatannya,” pinta Pattun.

Sebelumnya, Polsek Pulau Raja menyimpan barang bukti berupa pakaian, koper, sebuah batu seberat 5.5 Kg yang diduga dijadikan alat untuk menghabisi nyawa korban. (bay/rah)