News

Pelantikan Kepala Daerah Sibolga, Gubsu: Kenali Persoalan di Daerah

FaseBerita.ID – Sebelas kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 periode 2021-2024 di Sumatera Utara, sah dilantik Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (26/2) lalu. Gubsu Edy mengingatkan para kepala daerah yang baru dilantik, agar mengenali persoalan di daerah serta mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing.

“Misalnya di Humbang Hasundutan yang memiliki potensi pertanian yang besar, perlu terus didorong untuk peningkatan produksinya.

Dan dalam pengembangan potensi wilayah, para kepala daerah harus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumut. Omong kosong kita bisa melaksanakannya tanpa kerjasama. Samakan visi dan misi untuk kesejahteraan rakyat. Di Binjai apa fokusnya? Di Medan apa? Kita harus bekerja sama,” tegas Gubsu Edy.

Gubsu juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum membaik di Sumut. Karenanya para kepala daerah yang juga nantinya akan menjadi ketua Satgas Penanganan Covid-19 daerah, memberi perhatian lebih kepada penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Selain itu, para kepala daerah juga diminta segera berkonsolidasi dan mengenali seluruh pimpinan OPD, sehingga bisa bekerjasama dengan tidak terlalu lama menyesuaikan diri. Konsolidasi juga mengenai visi dan misi yang disampaikan sejak awal pemilihan. “Namun visi dan misi kepala daerah tidak boleh bertolak belakang dengan visi dan misi presiden,” tegasnya.

Pelantikan kepala daerah dibagi dua sesi. Pukul 08.00 WIB, diikuti enam pasangan kepala daerah antara lain Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman (Kota Medan); Juliadi (alm)-Amir Hamzah (Kota Binjai); M Syahrial dan Waris Thalib (Kota Tanjungbalai); Darma Wijaya dan Adlin Umar Yusri Tambunan (Kabupaten Serdang Bedagai); Surya dan Taufik Zainal Abidin (Kabupaten Asahan); Dosmar Banjarnahor dan Oloan Paniaran Nababan (Kabupaten Humbang Hasundutan).

Khusus Kota Binjai, Gubsu hanya melantik Wakil Wali Kota saja, karena Wali Kota pemenang meninggal sebelum pelantikan. Oleh karenanya ada proses lanjutan yang akan dilakukan lagi dalam penetapan Wali Kota Binjai.

Pelantikan sesi II digelar pukul 14.00 WIB usai Salat Jumat, yakni Walikota Sibolga Jamaluddin Pohan dan Wakil Walikota Sibolga Pantas Maruba Lumbantobing, Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus dan Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung, Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan Rasyid Assaf Dongoran, Bupati Toba Poltak Sitorus dan Wakil Bupati Toba Tonny M Simanjuntak, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Mustyuhito Solin.

Pada pelantikan sesi II, Gubsu Edy mengingatkan bahwa kepala daerah bukan sekadar kekuasaan, melainkan tanggung jawab moral kepada rakyat, terlebih lagi kepada Tuhan YME.

“Untuk menjalankan itu, saudara-saudara tidak mungkin bekerja sendiri atau hanya berdua saja. Bangun kekuatan dengan memaksimalkan potensi yang ada, untuk menciptakan semangat kebersamaan. Jika Pilkada serentak 2020 yang lalu masih meninggalkan jejak polarisasi di masyarakat, saudara wajib merekatkan kembali jalinan komunikasi dan silaturahmi,” ujar Gubernur.

Selanjutnya kepada pejabat yang dilantik, Gubernur juga mengingatkan agar segera mengaktualisasikan janji-janji kampanye yang menjadi visi misi. “Saya inginkan saudara-saudara berpikir dan bekerja out of the box. Munculkan kreativitas, inovasi maupun terobosan baru yang sesuai aturan,” jelas Edy.

Sedangkan kepada para istri pejabat yang dilantik, dirinya minta untuk tetap menjadi penopang dan pendukung. Menyalurkan energi positif bagi para suami serta mengingatkan untuk selalu dalam jalur yang benar.

Pelantikan digelar secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni membatasi jumlah orang yang memasuki ruangan pelantikan, serta wajib pakai masker. “Syukur kepada Allah SWT karena proses pelantikan berjalan dengan baik dan mengikuti protokol kesehatan. Saya selaku Gubsu minta maaf, karena semua kegiatan tidak bisa digelar secara normal. Kita harus tetap mengatur dan menjaga jarak akibat pandemi Covid-19,” kata Gubsu.

Gubsu Singgung Isu Keretakan

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi buka suara ihwal isu-isu keretakan hubungan dengan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah (Ijeck), selama hampir tiga tahun mereka memimpin Provinsi Sumut.

Hal itu disampaikan saat memberi sambutan terkait loyalitas kepala daerah dalam pelantikan bupati/wali kota sesi pertama di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (26/2).

“Di Sumut, (biasanya) loyalitas antara bupati dan wakilnya hanya akan berjalan baik dalam satu tahun. Habis itu sudah mulai ada keributan-keributan antara wali kota dan wakil wali kota, bupati dan wakil bupati. Saya minta maaf, saya nggak menutup-tutupi ini,” ujarnya di hadapan Ijeck dan bupati/wali lota yang dilantik.

Terkait loyalitas itu, Edy mengungkapkan munculnya isu yang menyebutkan hubungan dirinya dan Ijeck bermasalah.

“Tak ribut pun saya sama wakil gubernur, orang berteriak-teriak semua. Katanya, saya ribut sama wakil gubernur. Pastinya, wakil gubernur tak akan berani ngeributin saya,” tegasnya.

Mantan Pangkostrad lantas berpesan kepada bupati/wali kota yang dilantik untuk bersifat loyal dalam menjalankan tugas sesuai dengan tuntunan dan tatanan yang ada. Wakil bupati/wakil wali kota, kata Edy, tidak boleh mempunyai tuntunan yang berbeda dengan pimpinannya.

“Gosokan- gosokan, saya tidak mau dengar itu saudara-saudara. Amanah kita cukup berat. Rakyat kita dalam kondisi kesulitan. Ini yang saya cerita loyal (setia). Begitu juga dengan loyal kepada gubernur. Tidak ada alasan menentang gubernur,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini presiden telah mengeluarkan dana cukup besar untuk sampai ke tingkat desa. Karenanya para kepala daerah di Sumut untuk loyal terhadap presiden. “Kenapa ada dana desa yang hanya 37 sampai 42 persen dilaksanakan? Karena kita kurang loyal,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelantikan Wali Kota dan Wakil Walikota Sibolga ditandai dengan pengucapan sumpah dan janji, penandatanganan berita acara pelantikan dan penyematan tanda jabatan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Plh Wali Kota M Yusuf Batubara yang juga Sekda Pemko Sibolga dalam keterangan persnya Kamis (25/2) lalu kepada wartawan menyampaikan bahwa sebelumnya Pemko mendapat surat dari Mendagri yang menyatakan bahwa tata cara pelantikan itu dilaksanakan secara virtual pada 26 Februari 2021.

“Jadi awalnya prosesi pelantikan dilaksanakan di daerah melalui virtual oleh bapak Gubernur Sumatera Utara,” jelasnya.

Namun, kata M Yusuf, terakhir ada undangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bahwa pelaksanaan acara pelantikan tersebut dilaksanakan di pendopo rumah dinas Gubernur Sumatera Utara. Pelantikan diikuti 11 kepala daerah terpilih terdiri dari dua sesi pelantikan. Sesi I ada 6 kabupaten dan kota mulai pukul 08.00 WIB dan sesi II ada 5 kabupaten kota dan dimulai pukul 14.00 WIB.

“Yang dibolehkan hadir di pelantikan hanya bapak walikota beserta ibu, bapak wakil walikota beserta ibu, diluar itu tidak ada yang diperbolehkan. Selain pelantikan walikota dan wakil walikota sibolga terpilih, juga akan dilaksanakan pelantikan ketua Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda kabupaten kota,” jelas Yusuf. (smg/fabe)

USI