News

Pelanggan Menduga Ada Pemalsuan Tandatangan Dirut PDAM Tirta Lihou

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – PDAM Tirta Lihou Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pematang Raya sebarkan surat Peringatan kepada pelanggan dibubuhi tandatangan Benni Purba dan stempel Dirut PDAM Tirta Lihou Simalungun.

Hal ini menjadi ketidakpercayaan pelanggan air minum PDAM terhadap petugas yang menyebarkan surat peringatan itu dan dianggap ada pemalsuan tandatangan serta penggunaan stempel tanpa diketahui Dirut.

Demikian diutarakan pelanggan berinisial MS warga Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun kepada awak media ini, Jumat (30/8/2019).

MS mengakui bahwa pembayaran rekening air rumahnya menunggak lantaran sudah beberapa bulan tak dibayar karena sedang berada di luar Daerah.

Namun, MS menduga ada pemalsuan tandatangan pada surat peringatan pemutusan yang diberikan oleh petugas Unit PDAM Pamatang Raya bahkan MS tak percaya atas sudah itu karena setaunya, Dirut PDAM Tirta Lihou yang sekarang adalah Betty Sinaga, bukan Benni Purba.

“Memang pembayaran rekening air kami menunggak tapi dalam surat peringatan pemutusan air minum ini kan ditandatangin oleh Benni Purba lengkap stempel, bukan atas nama Betty Sinaga yang setauku Dirut sekarang, berarti ada pemalsuan tandatangan dan penggunaan stempel tanpa diketahui Dirut,” kesalnya.

Lanjut MS menerangkan bahwa biaya pembayaran yang menunggak dianggap tidak logika dan diduga rekayasa lantaran biaya pembayaran berkisar Rp4 juta lebih.

“Bayangkan biaya yang akan dibayar dibuat sebesar Rp4.468.000, padahal rumah ini sering kosong, ini tak logika, kami curiga seperti direkayasa,” ungkapnya.

Kepala UPTD Pematang Raya Frans Saragih melalui Kasir Feppi Purba saat dikonfirmasi di ruangannya mengakui ada kesilapan tanpa memperhatikan surat yang diambil dari Kantor PDAM.

“Ceritanya Kepala UPTD Pamatang Raya, Pak Frans Saragih minta surat dari Kasubbag Pengadaan Linda Siallagan sebanyak tiga blok ke Kantor PDAM Tirta Lihou Simalungun, ya itulah kutulisi, karena pikirku dari kantor dan bapak Frans Saragih pun tidak memperhatikan di sana, apakah Dirutnya bernama Benni Purba atau Betty Sinaga, yang ianya, tekenannya sama, namanya pun sama, kan sama-sama B, memang kesilapan kamilah itu,” terangnya.

Lanjut Peppi Purba mengatakan bahwa ia hanya melaksanakan perintah atasannya, namun setelah dilapangan terkejut ada kesilapan.

“Tulis peringatan katanya, ya ku tulisi, aku pun ngak kuperhatikan, orang itu yang stempel, tulis di espedisi, diantar, tapi sampai dilapangan, loh kenapa sampai begini,” ucapnya.

Dirut PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun, Betty Sinaga saat dikonfirmasi via selulernya, belum dapat dihubungi. (Mag05)