News

Pelaku Pengeroyokan 2 Prajurit TNI di Bengkulu Ditangkap: 8 Orang Tersangka

FaseBerita.ID – Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno menyebutkan kelompok pemuda pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota TNI sudah ditangkap. Satu anggota TNI meninggal dunia akibat pengeroyokan itu.

“Sudah ada 10 orang yang ditangkap, 8 orang di antaranya ditetapkan menjadi tersangka dan 2 orang lainnya, yakni D dan JY berstatus sebagai saksi. Sebab saat kejadian keduanya sedang keluar membeli rokok,” kata AKBP Puji Prayitno seperti dilansir dari Antara di Rejang Lebong, Sabtu (2/1/2021).

Dia menjelaskan para tersangka pengeroyokan terhadap Prada Yopan Setiandi (meninggal dunia) dan Pratu Agus Salim (luka berat) yang bertugas di Yonif 144 Jaya Yudha Curup terjadi di Lapangan Setia Negara Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 23.30 WIB, berhasil ditangkap petugas Polres Rejang Lebong dan Kodim 0409/Rejang Lebong pada Jumat dini hari dan Jumat malam (1/1/2021).

Baca juga: 2 Prajurit TNI jadi Korban Pengeroyokan Sejumlah Pemuda di Bengkulu: 1 Tewas

”Untuk keamanan dan kondusivitas para pelaku saat ini ditahan di rumah tahanan Polda Bengkulu untuk di proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Puji.

Adapun 8 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, kata Puji, lima orang ditangkap terlebih dahulu, yakni RE, BO, RO, AK, dan DA sebagai saksi. Kemudian pada Jumat malam 5 orang lagi yakni RA, RE, KP, JE, dan JY sebagai saksi.

Para tersangka itu, berdasar hasil pemeriksaan petugas penyidik sementara ini, diketahui memiliki peran masing-masing. Seperti tersangka BO yang melakukan penusukan almarhum Prada Yopan Setiadi, kemudian tersangka RA yang melakukan penusukan korban Pratu Agus Salim. Sedangkan 6 orang tersangka lain berperan sebagai pelaku pemukulan maupun menendang, baik terhadap korban Prada Yopan Setiadi dan Pratu Agus Salim.

Dia menambahkan, kejadian pengeroyokan yang dilakukan kelompok pemuda terhadap anggota TNI di wilayah itu diduga akibat kesalahpahaman. Kapolres menyayangkan hal itu dan berharap para orangtua selalu mengawasi anak-anaknya yang akan beranjak dewasa dalam pergaulan keseharian.

“Hasil analisis kami, pelaku yang telah dewasa ini ada indikasi keinginan kuat untuk menunjukkan eksistensinya dengan merekrut anak-anak yang mau menginjak dewasa membuat geng yang mengarah kepada tindakan-tindakan yang kurang baik dan cenderung negatif,” kata Puji Prayitno. (antara/fabe)

iklan usi