News

Pelaku Pembunuhan Gara-gara HP Menyerahkan Diri

ASAHAN, FaseBerita.ID – Sehari pasca pembunuhan, Den Fauji alias Aden (22) pelaku yang membunuh Riswansyah Efendi Siahaan (28) akhirnya menyerahkan diri, Senin (17/6/2019) sore sekira pukul 16.00 WIB.

Pantauan wartawan, di Mapolres Asahan pelaku memperagakan kronologis kejadian. Pelaku bahkan sempat meminta teman-temannya agar menemaninya menemui korban.

“Bro, kawani aku jumpai si Riswan (korban, red) yok. Ada masalah kami. Kalau bukan dia yang mati, akulah yang mati,” kata pelaku.

Setelah bertemu dengan korban, pelaku adu mulut. Bahkan keduanya sempat saling dorong hingga korban melihat ada pisau terselip di tubuh pelaku. Melihat itu, korban spontan mengajak pelaku berkelahi dengan syarat jangan main pisau. “Kalau berani kau, jangan main pisau,” kata korban saat itu.

Namun hal itu tidak digubris. Pelaku malah mencekek lalu menikam leher korban kemudian menggoroknya.

Adik pelaku yang saat itu ada di TKP sempat memisah keduanya. Namun emosi pelaku tak terbendung dan kembali menancapkan pisau ke perut dan dada korban sebanyak sembilan kali, hingga korban bersimbah darah.

“Setelah itu, aku dan kawan-kawanku melarikan diri. Terus pisau itu ku buang ke semak-semak,” jelas pelaku.

Informasi dihimpun, pelaku berhasil ditangkap berkat kerjasama keluarga. Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak keluarga pelaku menginformasikan dan menyerahkan Aden ke pihak Satreskrim Polres Asahan, lalu diamankan ke Mapolres Asahan.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Waka Polres Asahan Kompol M Taufik, Kabag Ops Marluddin dan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky Pripurna Atmaja saat konfrensi Pers di Mapolres Asahan, Selasa (18/6/2019) memaparkan, kasus pembunuhan ini terjadi karena masalah handphone.

Menurut pengakuan pelaku, dari awal, pelaku sempat menggadaikan satu unit handphone dan klewang berukuran sedang atau panjangnya kurang lebih 1 meter sebesar Rp1 juta, dan pelaku mau menebusnya kembali. Namun korban meminta agar uang tebusan ditambah Rp200 ribu. Oleh pelaku tidak terima. Dia sanggup menambah hanya Rp100 ribu. Tetapi korban menolak. Hal itulah membuat pelaku emosi.

“Merasa tidak terima, pelaku mencari korban di tempat hiburan Keyboard (orgen tunggal),” kata Kapolres.

Oleh pelaku bersama temannya mendatangi korban. Kemudian mengajaknya ke warung Miso.

“Di warung, pelaku dan korban sempat bertengkar adu mulut. Nah, saat saling dorong mendorong, pelaku mengeluarkan pisau lalu menikam korban,” ungkapnya.

Polisi yang juga merupakan mantan Kapolres Nias Selatan itu memberitahukan bahwa tersangka akan dijerat Pasal 340 sub 338 KUHP pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Kenapa kita jerat pasal pembunuhan berencana? Karena pelaku sudah berniat untuk membunuh korban pada saat mau menemui korban. Kita akan memperdalam kasus ini serta akan melakukan pendalaman terhadap teman-teman pelaku,” bebernya.

“Sementara kita masih melakukan pendalaman apakah kawan-kawan tersangka lainnya yang ada di TKP bisa kita jadikan tersangka atau tidak,” tambahnya.

Menurutnya, sesuai informasi yang mereka terima, anak muda tersebut khususnya pelaku menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

“Ini juga akan kita bahas tuntas untuk kasus narkobanya. Kita akan kejar bandar narkobanya dan akan ditangkap,” tegasnya.

Sebelumnya, Riswan Efendi (28) warga Dusun IV, Desa Alang Bon Bon, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan tewas dengan luka di leher dan luka tikam sebanyak sembilan liang, Minggu (16/6/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi saat pelaku Aden alias Deden (23) warga Dusun II, Desa Bangun, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan meminta handphone yang telah digadaikannya kepada korban. Pelaku sendiri merupakan teman korban.

Kapolsek Pulau Raja Polres Asahan AKP Abdul Rahman Manurung saat diwawancarai mengatakan, awalnya pelaku meminta handphone yang digadaikannya dengan alasan terlalu lama, sehingga timbul emosi dan pelaku membunuh korban.

Baca juga: Gara-gara HP Gadaian, Leher Digorok

Korban yang sedang menonton hiburan keyboard organ tunggal dipanggil pelaku. Kemudian korban diajak ke salahsatu warung untuk makan.

“Setelah makan terjadi pertengkaran antara korban dengan pelaku. Kemudian keduanya keluar dari warung. Kemungkinan keduanya ribut dan terjadilah peristiwa naas itu. Beberapa menit kemudian, tiba-tiba terdengar kabar bahwa korban Riswan Efendi tewas dengan luka robek di leher dan luka tikaman di dada serta sembilan tusukan di bagian perut,” jelasnya.

Kapolsek yang baru menjabat di Polsek Pulau Raja itu menambahkan, dipastikan korban tewas dengan serangan yang menggunakan sebilah belati runcing dan tajam.

“Korban tewas dengan belati. Diduga milik pelaku. Setelah menggorok dan menikam korban hingga tewas, pelaku langsung kabur dan membuang pisau yang digunakannya ke semak-semak,” jelasnya. (bay/des)