News

Pelaku Pembunuhan di Mela Sudah Sebulan Rencanakan Aksinya

FaseBerita.ID – Pelaku pembunuhan O’o Zisokhi (38) di Dusun II, Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terjadi pada Kamis (17/12) lalu, berhasil diringkus Satreskrim Polres Tapteng. Pasca penangkapan, pelaku mengaku sudah sebulan merencanakan aksinya itu.

Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto mengatakan, setelah melakukan aksi yang menghilangkan nyawa O’o Zisokhi, pelaku AJT (24) warga Kota Sibolga ini sempat melarikan diri keluar daerah, sehingga Polres Tapteng membentuk tim untuk memburunya.

Setelah menerjunkan tim ke daerah yang diduga menjadi sasaran AJT untuk melarikan diri, yakni Tapanuli Utara, Mandailing Natal (Madina) dan Kota Padangsidempuan, akhirnya AJT berhasil dibekuk di daerah Madina.

“Tim kita berhasil menangkap pelaku di Madina, tidak terjadi perlawanan dan kooperatif dari tersangka,” ujar Nicolas dalam konfrensi pers, Rabu (23/12) lalu di Mapolres Tapteng.

Nicolas menjelaskan, AJT dan korban merupakan rekan kerja sesame buruh bangunan untuk pembangunan rumah. Sesuai keterangan pelaku, motif pembunuhan itu dilatarbelakangi sakit hati. “Sesuai keterangan pelaku, bahwa motifnya karena sakit hati,” jelas Nicolas.

Hingga akhirnya pada Kamis (17/12) malam, AJT menghabisi nyawa korban dengan menggunakan parang di lokasi pembangunan sebuah rumah.

Dijelaskan juga, sebelum AJT melakukan aksinya itu, dia (AJT) terlebih dahulu membeli minuman tuak (tuak masak,red), kemudian meminumnya terlebih dahulu lalu melakukan aksinya.

“Saat itu pelaku mendatangi korban dari arah belakangnya, kemudian melakukan pembacokan kepada korban hingga menghilangkan nyawa korban,” katanya.

Setelah melakukan pembacokan itu, lanjut Nicolas, AJT langsung meninggalkan korban yang telah tersungkur ke tanah.

“Pelaku langsung pergi dan membuang parang yang digunakannya ke jurang yang tidak jauh dari lokasi itu,” katanya.

Atas peristiwa itu, Polres Tapteng telah mengamankan sejumlah barang bukti milik pelaku saat melakukan pembunuhan.

Nicolas menyebut, AJT dijerat pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Ia juga dikenakan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, maka penyidik menerapkan pasal 340 primernya, subsidernya adalah Pasal 338 KUHPidana,” katanya.

Sementara, AJT yang ditanyai langsung oleh Kapolres Tapteng saat konferensi pers itu, mengaku bahwa ia telah merencanakan aksinya itu. “Sudah satu bulan pak,” ucap AJT. (dh/fabe)